Museum Nelayan di Desa Wisata Pela, Wahana Edukasi dan Memupuk Kesadaran Lingkungan

Lintaskaltim.com, TENGGARONG – Di tengah keindahan Desa Pela yang terkenal sebagai habitat alami Pesut Mahakam, sebuah bangunan sederhana namun bermakna berdiri kokoh sejak tahun 2020. Museum Nelayan, begitu ia disebut, menjadi saksi bisu perjalanan panjang nelayan dan ekosistem sungai yang kaya di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sebagai wadah edukasi dan penyadaran, museum ini tak hanya menghimpun koleksi alat tangkap ikan dari zaman ke zaman, melainkan juga memperlihatkan keberagaman hayati Sungai Pela dan Danau Semayang yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat lokal. Dengan setiap ekspedisi visual melalui QR atau barcode yang tersedia, pengunjung diajak meresapi sejarah dan betapa pentingnya menjaga ekosistem ini.

“Saya bangga melihat perjalanan museum ini dari konsep hingga kenyataan. Melalui Museum Nelayan, kami tak hanya merawat ingatan akan masa lalu, tetapi juga menyemai kesadaran lingkungan bagi generasi masa depan,” tutur Alimin, Ketua Pokdarwis Desa Pela pada Selasa (27/3/2024).

Dengan tiket masuk yang terjangkau, Rp10 ribu saja, setiap pengunjung bisa menyumbangkan dukungan dan melihat betapa berharganya warisan alam dan budaya yang dimiliki oleh desa ini. Selain menjadi destinasi wisata, museum ini juga menjadi cermin bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya konservasi dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

“Melalui museum ini, kita tidak hanya mengingatkan sesama nelayan akan perjuangan mereka, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan bagi kesejahteraan kita semua,” pungkasnya. (Mha/ADV/Diskominfo Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *