Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), saat ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, seorang anak berprestasi tingkat nasional, yang merupakan pemain Timnas sepak bola putri bernama Edelweizz Auradiva warga kelurahan Tertib, Balikpapan Timur, Kota Balikpapan tidak diterima sekolah SMKN 1 Balikpapan.
Padahal, Edelweizz Auradiva yang merupakan pemain Timnas sepak bola putri mendapatkan rekomendasi dari PSSI yang ditandatangani oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi dan juga rekomendasi dari KONI Kaltim yang ditujukan kepada SMKN 1 Balikpapan untuk merekomendasikan siswi tersebut agar bisa diterima.
Orangtua Edelweizz Auradiva, Dedi Achmad mengatakan, bahwa pihaknya sudah memperlihatkan surat rekomendasi dari PSSI dan Koni Kaltim kepada kepala sekolah SMKN 1 Balikpapan melalui WhatsApp, tapi kepala sekolah hanya bilang, itu harus lewat jalur prestasi.
“Namun, saya bilang sudah pak, dan nama anak saya tidak ada, kepala sekolah hanya bilang lewat jalur reguler saja pak. Saya bilang buat apa ada prestasi kalau mau lewat jalur reguler. Kalau gitu sudah aja,” katanya dengan hati kecewa.
Ia menjelaskan, bahwa dirinya sempat menunggu selam dua hari untuk memastikan diterima atau tidaknya anak dia, hingga akhir pendaftaran pihaknya tidak menemukan nama Edelweizz Auradiva.
“Saat itu saya jadi bingung mau kemana lagi, sebab pendaftaran jalur prestasi sudah tutup. Artinya prestasinya sebagai Timnas sepak bola putri tidak ada pengaruh apa-apa untuk masuk sekolah,” tuturnya kepada wartawan lewat sambungan telpon, Rabu (3/7/2024).
Dirinya sudah mengikhlaskan bahwa anaknya tidak diterima di SMKN 1 Balikpapan. Padahal anaknya telah berjuang untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di mata dunia.
“Mungkin ini sudah jalan yang terbaik, sehingga anak saya bersekolah di sekolah swasta yang ada di Samarinda,” pungkasnya. (Djo)







