Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Maraknya sorotan terhadap Kiper Timnas Indonesia Putri U-17 bernama Edelweizz Auradiva yang ditolak di SMK Negeri 1 Balikpapan terjawab sudah. Pihak SMKN 1 Balikpapan membeberkan alasan mengapa Edelweizz tidak diterima termasuk tiga pesaingnya yang lolos.
Ditemui lintasbalikpapan.com, Kepala Sekolah SMKN 1 Balikpapan, Mujadi mengatakan bahwa pihaknya memang membuka kuota untuk jalur prestasi non akademik yakni 3 siswa untuk jurusan Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP).
“Seluruh pendaftaran di SMKN 1 Balikpapan dilaksanakan secara online, mau itu jalur zonasi, reguler dan prestasi. Hal tersebut seusai dengan juknis (petunjuk teknis) yang ada,” katanya pada Kamis (4/7/2024).
Ia menjelaskan, saat mendaftar online jalur prestasi Edelweiz Auradiva mencantumkan dokumen piagam juara II sepak bola U-17 tingkat provinsi dan dan dokumen pendukung lainnya.
“Jadi memang tidak diterimanya Edelweiz Auradiva karena nilai yang dimiliki tidak tinggi, sehingga tergeser oleh peserta didik yang lain. Untuk nilai Edelweiz Auradiva dengan nilai akademik 408,20, setelah ditambahkan dengan nilai prestasi adalah 421,20,” tuturnya.
Diketahui, untuk penambahan nilai prestasi akademik dan non akademik Individu dan beregu Diantaranya. Juara 1,2,3 Tingkat Internasional diberi tambahan nilai 100, 95, 90. Juara 1,2,3 Tingkat Nasional diberi tambahan nilai 85, 80, 75. Juara 1,2,3 Tingkat Provinsi diberi tambahan nilai 70, 65, 60. Juara 1,2,3 Tingkat Kabupaten/Kota diberi tambahan nilai 55, 50, 45.
Ada perbedaan nilai prestasi antar individu dangan beregu, kalau individu langsung ditambahkan, sedangkan untuk beregu akan dibagi. Jika berdua dibagi dua dan kalau diatas enam akan dibagi enam.
Mujadi membeberkan, untuk ketiga peserta didik yang diterima di SMKN 1 Balikpapan jalur BKP. Yakni, Dimas Aditya Ramadhan prestasi Juara II Karate Liga Pelajar Tingkat Provinsi Kaltim, dangan nilai akademik 428,80, setalah ditambahkan dengan nilai prestasi menjadi 493,80.
Selanjutnya, Rizky Apriandy prestasi Juara III Renang Piala Gubernur Kaltim, dengan nilai akademik 431,20 setalah ditambahkan dengan nilai prestasi menjadi 491,20. Lalu, Rohman Alfisahrisky prestasi Juara II Karate kategori perorangan putra tingkat Provinsi Kaltim, dengan nilai akademik 420,80, setelah ditambahkan dengan nilai prestasi menjadi 485,20. (Djo)







