Lintaskaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Sektor perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal dan mendukung suplai konsumsi ikan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal ini disampaikan Anggota Komisi I DPRD PPU, Roman Rading, yang mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU untuk memberikan perhatian lebih pada sektor ini.
Roman menekankan perlunya langkah-langkah strategis dari Pemkab, khususnya melalui Dinas Perikanan, untuk mendukung peningkatan hasil tangkap ikan nelayan. Langkah tersebut meliputi penyediaan bantuan alat tangkap modern, pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan teknis, pemberian bimbingan teknis untuk nelayan serta dukungan finansial melalui program-program pendanaan.
“Pemerintah harus hadir dengan memberikan dukungan konkret demi meningkatkan hasil tangkap ikan di Kabupaten PPU,” tegas Roman, Selasa (8/4/2025).
Sebagai penyedia utama sumber pangan di PPU, nelayan memegang peranan penting dalam menunjang konsumsi masyarakat lokal. Lebih jauh lagi, hasil tangkapan mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari suplai pangan di IKN Nusantara.
“Nelayan adalah penyuplai pangan lokal yang nantinya juga berperan dalam memenuhi kebutuhan IKN Nusantara,” tambah Roman.
Roman menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan. Tema kolaborasi yang diusung pada usia ke-23 Kabupaten PPU dianggap relevan untuk mendukung sinergi ini.
“Sinergi antara DPRD dan Pemkab PPU sangat penting, terutama karena dalam reses, kami kerap mendengar langsung harapan dari para nelayan di daerah pesisir,” jelasnya.
Dengan dukungan yang maksimal, sektor perikanan Kabupaten PPU diyakini akan berkembang pesat, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal tetapi juga sebagai penyedia utama bagi wilayah IKN Nusantara.
Roman berharap Pemkab PPU dapat terus memperkuat sektor perikanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan nelayan. “Kolaborasi ini adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif,” pungkasnya. (wal/ADV/DPRD PPU)







