Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus mengupayakan pembangunan ruang bermain ramah anak di seluruh wilayah kota.
Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan ruang bermain anak di 34 kelurahan dan 6 kecamatan dapat selesai dalam lima tahun ke depan.
“Perencanaan kami memang untuk membangun ruang bermain anak di seluruh kelurahan. Targetnya lima tahun harus tuntas, namun semua itu tergantung pada ketersediaan anggaran dari Pemerintah Kota setiap tahunnya,” ujar Heria saat diwawancarai, Senin (4/8/2025).
Saat ini, dari target tersebut, baru tersedia tiga lokasi ruang bermain anak yang telah dibangun, yakni di wilayah Puspoyudo, Islamic Center, dan Taman Bekapai. Ketiganya merupakan fasilitas yang dibangun melalui pendanaan pemerintah.
Selain itu, Heria menyebut ada pula pembangunan yang didukung oleh pihak swasta. Terkait kendala, Heria mengakui bahwa anggaran masih menjadi hambatan utama. “Satu unit ruang bermain anak membutuhkan biaya antara Rp300 juta hingga Rp500 juta, tergantung kelengkapan dan fasilitas. Itu pun dengan standar minimal,” jelasnya.
Untuk tahun ini, pihaknya masih berupaya agar pembangunan bisa terus berlanjut. Salah satunya melalui APBD Perubahan yang sedang dalam tahap pembahasan. “Sudah kami usulkan tambahan pembangunan di Taman Tiga Generasi tahun ini. Mudah-mudahan tidak dicoret dalam rapat pembahasan besok,” tambahnya.
Selain di lingkungan kelurahan, DP3AKB juga merancang pembangunan ruang bermain anak di area rumah ibadah sebagai bagian dari pendekatan inklusif. Tahun lalu, pembangunan dilakukan di area masjid, dan tahun ini menyasar gereja Protestan yang berada di depan Polda. Pihaknya juga menjajaki kerja sama dengan rumah ibadah umat Hindu, Buddha, dan Katolik untuk mewakili seluruh unsur masyarakat.
Terkait lahan, Heria menegaskan bahwa lokasi ruang bermain anak tidak harus berada di kantor kelurahan. “Yang penting berada di wilayah kelurahan tersebut, selama lahannya milik pemerintah atau hibah kepada pemerintah. Ruang publik juga bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Heria berharap dukungan anggaran dari Pemerintah Kota terus berlanjut, agar seluruh target pembangunan ruang bermain anak bisa terealisasi sesuai rencana dalam lima tahun ke depan. (ADV/Diskominfo Balikpapan)







