Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kecamatan Balikpapan Barat terus memperkuat komitmennya dalam menurunkan angka stunting, khususnya di dua kelurahan yang sempat mencatat lonjakan kasus, yakni Margasari dan Baru Tengah. Upaya itu diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Kesehatan Kota dan pimpinan puskesmas (Pimpus) di enam kelurahan yang ada di wilayah tersebut.
Camat Balikpapan Barat, Erwin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginisiasi Program Gempur Stunting sebagai langkah strategis untuk menanggulangi masalah gizi kronis yang menyerang anak-anak usia dini.
“Memang beberapa bulan terakhir sempat terjadi peningkatan kasus stunting di dua kelurahan. Namun, kami sudah melakukan langkah inovatif bersama Pimpus di dua wilayah tersebut melalui program Gempur Stunting,” ujar Erwin, Selasa (5/8/2025).
Program ini tidak hanya fokus pada pendataan dan pemantauan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya ibu hamil dan pasangan muda, dalam upaya pencegahan sejak dini. Edukasi tentang pentingnya pemeriksaan rutin ke posyandu, pemenuhan gizi seimbang, dan pola asuh yang sehat menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program.
“Stunting itu terjadi karena kekurangan gizi. Mayoritas kasus terjadi pada pasangan muda yang mungkin belum memahami pentingnya asupan nutrisi. Maka kami ajak mereka untuk lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatan dan pemenuhan gizi sejak dini,” jelas Erwin.
Selain pendekatan edukatif, Erwin mengungkapkan bahwa kecamatan juga menggencarkan kerja sama dengan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu yang menjadi contoh positif adalah kegiatan di Kelurahan Kariangau, yang menggandeng perusahaan untuk mendukung program “satu hari satu telur” bagi anak-anak dan ibu hamil.
“Pemberian telur dan minuman bergizi seperti kacang hijau lebih bermanfaat daripada makanan instan yang kurang nutrisi. Harapannya, ini bisa menurunkan angka stunting di wilayah kami secara bertahap,” tegasnya.
Meskipun pemerintah kecamatan tidak memiliki anggaran khusus untuk penyediaan makanan tambahan, Erwin memastikan bahwa kolaborasi dan sinergi dengan puskesmas, kader kesehatan, serta sektor swasta akan terus diperluas demi tercapainya target penurunan stunting secara berkelanjutan.
Langkah-langkah nyata yang dilakukan oleh Kecamatan Balikpapan Barat ini mencerminkan kesadaran bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah pusat atau daerah, tetapi juga masyarakat, dunia usaha, dan semua pihak yang peduli terhadap masa depan generasi penerus. (ADV/Diskominfo Balikpapan)







