Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Kariangau terus berupaya menekan angka stunting di wilayah kerjanya melalui berbagai program pemeriksaan dan edukasi gizi, baik bagi balita maupun remaja. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan sejak beberapa tahun terakhir.
Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Kariangau, Tazkya Azzahra, mengatakan penanganan stunting telah menjadi program prioritas yang terus dilanjutkan dari periode sebelumnya. Saat ini, pemeriksaan terhadap seluruh bayi dan balita rutin dilakukan, meliputi pemeriksaan darah, urin, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
“Semua bayi dan balita kami lakukan pemeriksaan untuk penjaringan siapa saja yang benar-benar masuk kategori stunting,” ujar Tazkya ketika diwawancarai wartawan, Selasa (11/11/2025)
Selain pemeriksaan kesehatan, pihaknya juga menjalankan sejumlah program gizi dan edukasi masyarakat. Salah satunya adalah Gerakan Jasmine (Remaja Sehat Bebas Anemia Sejak Dini) yang menyasar kalangan pelajar.
Dalam program ini, petugas Puskesmas membagikan tablet tambah darah, memberikan edukasi, serta melakukan pemeriksaan hemoglobin untuk mendeteksi anemia.
“Jadi, pencegahan tidak hanya dimulai dari balita, tapi juga sejak remaja agar nanti ketika menjadi calon ibu, mereka sudah sehat dan tidak anemia,” jelasnya.
Untuk penanganan balita yang sudah terdiagnosis stunting oleh dokter spesialis anak, Puskesmas Kariangau juga menjalankan kegiatan Dapur Dasyat, yaitu dapur sehat yang melibatkan kader posyandu di setiap wilayah.
Melalui program ini, kader secara rutin menyiapkan dan membagikan makanan bergizi bagi anak-anak yang mengalami stunting.
“Selain pemberian makanan, kami juga menyelinginya dengan edukasi supaya ibu-ibu bisa belajar membuat makanan bergizi sendiri di rumah dan tidak bergantung pada bantuan dari kami,” tambahnya.
Tazkya menyebutkan, angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Kariangau menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, prevalensi stunting tercatat sekitar 20 persen, kemudian menurun menjadi 15 persen pada 2024, dan kini berada di kisaran 14 persen pada 2025.
“Memang penurunannya tidak bisa cepat, tapi secara bertahap sudah ada hasilnya,” ujarnya optimis
Dengan berbagai program berkelanjutan dan dukungan kader di lapangan, Puskesmas Kariangau berharap angka stunting di wilayahnya dapat terus ditekan, sejalan dengan target pemerintah untuk menciptakan generasi sehat dan bebas stunting. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







