Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Kariangau menghadapi tantangan besar dalam menangani penyakit infeksi di wilayahnya. Banyaknya pendatang baru yang datang untuk bekerja di kawasan industri Kariangau menjadi faktor pemicu meningkatnya risiko penyebaran penyakit menular seperti TBC, malaria, dan infeksi saluran pernapasan.
Kepala Puskesmas Kariangau, dr. Ayu Nur Hasanah, mengatakan bahwa arus mobilitas tinggi di wilayah Kariangau menuntut petugas kesehatan bekerja lebih ekstra. Pasalnya, sebagian pendatang yang datang dari luar daerah tidak menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
“Masalah infeksi ini kita kejar-kejaran dengan pendatang. Banyak dari mereka datang membawa penyakit, ada yang TBC, ada juga malaria. Jadi, risiko penularannya cukup tinggi,” ungkap dr. Ayu saat diwawancarai usai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Balai Kota Balikpapan, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, wilayah Kariangau yang menjadi pusat industri dan pelabuhan memiliki karakteristik berbeda dengan kawasan lain. Aktivitas bongkar muat barang serta tenaga kerja dari luar daerah menciptakan tantangan tersendiri dalam pengawasan dan pencegahan penyakit.
Untuk itu, dr. Ayu menekankan pentingnya dukungan lintas sektor, terutama dari pihak industri dan perusahaan yang beroperasi di kawasan Kariangau, agar ikut berperan aktif dalam menjaga kesehatan para pekerjanya.
“Kita minta dukungan dari sektor industri untuk melakukan screening kesehatan pekerja. Bisa dilakukan lewat Puskesmas, atau kalau perusahaan punya fasilitas medical check-up (MCU) bisa digunakan. Tapi kalau tidak ada, cukup panggil Puskesmas terdekat saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ayu menjelaskan bahwa saat ini layanan pemeriksaan kesehatan sudah terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang disediakan oleh pemerintah untuk mempermudah deteksi dini penyakit menular di masyarakat, termasuk bagi para pendatang.
“Program CKG ini sebenarnya sudah difasilitasi pemerintah. Jadi, tidak ada alasan untuk menunda pemeriksaan. Ini sangat membantu untuk deteksi dini agar penyakit bisa segera ditangani,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi bagi para pekerja dan perusahaan mengenai pencegahan penyakit menular, terutama di lingkungan padat aktivitas. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan wilayah Kariangau secara menyeluruh.
“Kalau semua pihak ikut terlibat, mulai dari perusahaan, RT, hingga masyarakat, maka pengendalian penyakit infeksi bisa lebih efektif. Karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab Puskesmas, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Dengan upaya kolaboratif ini, Puskesmas Kariangau berharap mampu menekan angka kasus infeksi sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif bagi seluruh masyarakat di kawasan industri Kariangau. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)







