Cakupan Diperluas, Siswi Kelas 9 SMP 20 Mulai Terima Vaksin HPV

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Joang resmi memulai pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk jenjang SMP dengan fokus pada pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi kelas 9. Kegiatan perdana berlangsung di SMP 20 Balikpapan Utara, Rabu (19/11/2025).

Bidan Puskesmas Karang Joang, Nursyafarini, mengatakan bahwa tahun ini BIAS mengalami perluasan sasaran dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya imunisasi lebih banyak menyasar siswa SD, kini siswi SMP juga menjadi target program nasional tersebut.

“Biasanya hanya SD, tetapi mulai tahun ini ada penambahan untuk siswi kelas 9. Mereka mendapat satu kali suntikan HPV untuk mencegah kanker leher rahim,” jelasnya.

Di SMP 20, terdapat 20 siswi yang masuk dalam daftar sasaran. Namun, hanya 18 yang bersedia menerima imunisasi. Dua siswi lainnya menolak karena alasan yang berasal dari orang tua, mulai dari pertimbangan agama hingga pengalaman efek samping imunisasi sebelumnya.

Menurut Nursyafarini, penolakan tersebut sebagian besar dipengaruhi minimnya pemahaman mengenai manfaat vaksin HPV. Padahal, vaksin ini terbukti efektif menurunkan risiko kanker serviks, salah satu penyakit paling mematikan bagi perempuan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi melalui guru UKS dan wali murid. Tapi ada sebagian orang tua yang masih ragu. Padahal vaksin HPV ini sangat penting untuk perlindungan jangka panjang,” ujarnya.

Dia menegaskan, pemberian vaksin HPV pada remaja perempuan usia SMP merupakan langkah preventif yang berdampak besar di masa depan. Imunisasi ini diberikan sebelum anak memasuki usia dewasa dan berpotensi terpapar virus HPV.

“Harapan kami, 10–20 tahun ke depan anak-anak perempuan Balikpapan bisa terhindar dari kanker leher rahim, yang merupakan pembunuh nomor dua pada perempuan,” kata Nursyafarini.

Sementara itu, target capaian imunisasi BIAS di wilayah Puskesmas Karang Joang ditetapkan di atas 90 persen. Namun realisasi untuk jenjang SD saat ini baru menyentuh sekitar 80 persen.

“Kami tentu ingin 100 persen, tetapi karena ada penolakan dari orang tua, kami tidak bisa memaksa. Tugas kami memastikan edukasi dan pelayanan tetap berjalan,” tegasnya.

Puskesmas Karang Joang akan melanjutkan kunjungan ke SMP lain dengan pola yang sama. Selain pelaksanaan imunisasi, petugas juga memperkuat sosialisasi melalui guru UKS dan sosialisasi kepada wali murid untuk mengurangi keraguan masyarakat.

Nursyafarini berharap dukungan sekolah dan orang tua dapat terus meningkat. “Kami ingin memastikan setiap anak perempuan mendapat perlindungan yang sama. Imunisasi ini bukan hanya program, tetapi investasi kesehatan jangka panjang,” tutupnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *