Data PWS Jadi Dasar Sasaran Kelas Ibu Hamil, Partisipasi Peserta Terus Meningkat

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Kariangau terus memperkuat layanan edukasi bagi ibu hamil dengan memanfaatkan data PWS (Pemantauan Wilayah Setempat) Ibu dan Anak sebagai dasar penentuan sasaran peserta Kelas Ibu Hamil. Pendekatan berbasis data ini membuat proses penyaringan peserta menjadi lebih tepat dan menyeluruh.

Data PWS mencakup informasi penting seperti domisili, usia kehamilan, hingga adanya faktor risiko, penyulit, atau komplikasi yang perlu perhatian khusus. Informasi tambahan dari kader posyandu serta Tim Penggerak Keluarga (TPK) membantu petugas melihat kondisi ibu hamil secara lebih dekat dan nyata di lapangan.

Bidan Koordinator Puskesmas Kariangau, Shelvy R. Chandra, S.Tr.Keb, menyampaikan bahwa metode ini memudahkan petugas menjangkau ibu hamil yang benar-benar membutuhkan pendampingan.

“Dengan data PWS, kami bisa mengetahui kondisi ibu hamil secara lengkap. Dari sana, kami menentukan siapa saja yang perlu diikutsertakan agar edukasi yang diberikan betul-betul tepat sasaran,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Agar informasi kelas tersampaikan secara merata, Puskesmas Kariangau juga menerapkan pendekatan yang lebih personal. Kader posyandu aktif mengirimkan undangan, infografis edukatif, hingga pengingat menjelang kegiatan. Upaya sederhana namun konsisten ini terbukti mampu menggerakkan minat ibu hamil untuk hadir.

Dia menyampaikan, kehadiran peserta dari bulan ke bulan pun menunjukkan peningkatan. Banyak ibu hamil yang mengaku merasa lebih dihargai dan terbantu dengan adanya komunikasi yang ramah dan mudah dipahami.

Pendekatan ini secara tidak langsung menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kehamilan bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan.

Evaluasi internal Puskesmas menunjukkan hasil menggembirakan. Pemahaman peserta meningkat secara signifikan, terlihat dari perbandingan nilai pre-test dan post-test yang naik pada hampir semua kelas. Tidak hanya itu, kunjungan ANC (Antenatal Care) yang menjadi indikator penting kesehatan ibu hamil juga menunjukkan peningkatan.

“Ibu dan keluarga menjadi lebih waspada terhadap kondisi kehamilan. Mereka kini lebih peka terhadap tanda bahaya dan lebih aktif berkonsultasi ke Puskesmas,” tambah Shelvy.

Dengan pendekatan data yang akurat dan komunikasi yang humanis, Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Kariangau tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga ruang aman bagi ibu hamil untuk saling berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan penuh dari tenaga kesehatan. Program ini diharapkan terus memperkuat kualitas kesehatan ibu dan bayi di wilayah Kariangau. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru