Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kepala Puskesmas Graha Indah, dr. Christiana Dessy Nugraheni, mengajak para ibu hamil untuk lebih rutin memeriksakan kehamilan sebagai langkah penting dalam mencegah stunting sejak dini.
Ia menegaskan bahwa kesehatan ibu selama masa kehamilan merupakan fondasi utama tumbuh kembang anak.
Menurutnya, masih banyak ibu hamil yang menghadapi masalah gizi tanpa disadari. Mulai dari keterbatasan asupan makanan hingga kondisi mual muntah berat (hiperemesis) yang membuat ibu sulit makan dengan baik. Situasi ini, bila dibiarkan, dapat berdampak pada kesehatan janin.
“Pencegahan stunting dimulai dari ibu hamil. Jika sejak awal ditemukan kekurangan gizi, ibu bisa segera mendapatkan pendampingan dari tenaga gizi dan memperoleh PMT (Pemberian Makanan Tambahan),” ujar Dessy dengan penuh kepedulian, Rabu (26/11/2025).
Dia juga mengingatkan pentingnya perhatian orang tua setelah anak lahir. Pemantauan berat badan harus dilakukan secara berkala. Jika pertambahan berat badan anak tidak sesuai standar atau justru menurun, orang tua diimbau segera datang ke puskesmas agar dapat ditangani lebih cepat.
Dessy menjelaskan bahwa penyebab stunting tidak hanya satu. Kurangnya nutrisi dari makanan, gizi yang tidak tercukupi saat kehamilan, hingga anemia pada remaja putri merupakan faktor-faktor yang saling berkaitan. Bahkan, anemia pada remaja putri dapat berdampak panjang hingga mereka memasuki masa kehamilan di kemudian hari.
Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa upaya mencegah stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga kolaborasi antara keluarga dan lingkungan.
“Yang paling penting adalah kesadaran sejak dini. Jika ibu sehat, insyaallah anak juga tumbuh sehat,” tutupnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







