Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Upaya menjaga tumbuh kembang anak agar tetap optimal terus dilakukan Puskesmas Graha Indah. Melalui rangkaian pemeriksaan lanjutan, puluhan balita yang sebelumnya terindikasi berisiko stunting kembali menjalani pemantauan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka mendapat penanganan tepat waktu.
Kepala Puskesmas Graha Indah, dr. Christiana Dessy Nugraheni, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari proses penemuan kasus dan verifikasi yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.
“Beberapa bulan lalu sudah dilakukan penemuan kasus dan verifikasi. Sekitar 30 anak telah menjalani pemeriksaan laboratorium di RSUD Beriman. Hari ini kami melakukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan hasil lab tersebut,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Suasana pemeriksaan di puskesmas berlangsung hangat. Para orang tua tampak mendampingi buah hati mereka sambil mendengarkan penjelasan petugas kesehatan mengenai kondisi gizi dan langkah-langkah perawatan yang perlu dilakukan di rumah.
Pemeriksaan lanjutan ini meliputi konsultasi dokter, pengecekan ulang hasil laboratorium, hingga tes Mantoux untuk mendeteksi kemungkinan infeksi Tuberkulosis (TB) penyakit yang sering kali berkontribusi pada masalah pertumbuhan.
Setelah pemeriksaan, balita diberikan PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus), yaitu nutrisi medis khusus yang dirancang untuk membantu meningkatkan berat badan dan memperbaiki status gizi anak.
Petugas gizi juga memberikan edukasi sederhana kepada para orang tua mengenai pemberian makan yang tepat, pola asuh, dan pentingnya pemantauan pertumbuhan secara berkala.
“Tindak lanjut dari puskesmas adalah melakukan pemeriksaan dan pemantauan. Bila hasilnya mengarah pada stunting, maka akan dirujuk ke dokter spesialis anak untuk penentuan diagnosis,” jelas dr. Dessy.
Melalui rangkaian pemeriksaan yang lebih menyeluruh dan pendampingan berkelanjutan, Puskesmas Graha Indah berharap dapat memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh sehat, kuat, dan seutuhnya.
Program ini juga menjadi pengingat bahwa pencegahan stunting bukan hanya soal angka, tetapi tentang memberikan masa depan yang lebih baik bagi setiap anak di Balikpapan. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







