Puskesmas Kariangau Perketat Surveilans Malaria di Permukiman Pendatang

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Mobilitas warga yang tinggi di Kelurahan Kariangau menjadi perhatian serius Puskesmas Kariangau dalam upaya mencegah penyebaran malaria. Kawasan yang dikenal sebagai salah satu titik perlintasan pendatang dan pekerja luar daerah ini memiliki risiko kasus impor, sehingga pengawasan kesehatan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Kariangau, dr. Nur Ayu Hasanah, saat memimpin kegiatan penyelidikan epidemiologi (PE) malaria yang dipadukan dengan pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM) pada Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini menyasar warga yang tinggal di sekitar wilayah dengan riwayat kasus malaria sebelumnya.

“Wilayah kami banyak pendatang. Ada yang pulang pergi dari daerah endemik malaria. Kami harus memastikan warga Kariangau tetap aman dan tidak tertular,” ujar dr. Ayu.

Di tengah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap malaria, karena penyakit ini jarang terdengar dalam kehidupan sehari-hari sebagian warga awalnya sempat kebingungan ketika diminta menjalani pemeriksaan malaria. Agar kegiatan berjalan lebih alami dan tidak menimbulkan kecemasan, Puskesmas menggabungkan pemeriksaan malaria dengan cek tekanan darah dan gula darah.

Pendekatan ini membuat warga lebih mudah menerima, sekaligus memberikan kesempatan bagi tim kesehatan untuk menemukan masalah lain yang mungkin tersembunyi.

“Kalau langsung diminta periksa malaria, sebagian orang bingung, bahkan ada yang takut. Dengan digabungkan dengan pemeriksaan PTM, warga lebih antusias,” jelas dr. Ayu.

Hasil pemeriksaan justru mengungkap hal yang lebih luas dari dugaan awal. Beberapa warga ditemukan memiliki tekanan darah tinggi dan kadar gula yang melebihi batas normal.

Bahkan terdapat kasus baru diabetes dan hipertensi yang sebelumnya tidak disadari pemiliknya. Temuan ini menjadi pengingat bahwa masyarakat kadang terlihat sehat, tetapi memiliki penyakit yang tidak bergejala.

Dr. Ayu menekankan bahwa pemeriksaan semacam ini bukan hanya tentang malaria, tetapi juga tentang menjaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Pemeriksaan ini memastikan apakah kasus malaria di Kariangau bersifat lokal atau berasal dari luar. Jika tidak ada penyebaran lokal, berarti infeksinya impor. Maka dari itu, kami harus membentengi warga—yang sakit segera ditangani, yang sehat tetap dilindungi,” tuturnya.

Saat ini Puskesmas masih menunggu hasil laboratorium dari hapusan darah untuk memastikan status penyebaran malaria. Meski secara klinis warga tidak menunjukkan gejala mengarah ke malaria, kepastian tetap menunggu hasil resmi.

Dengan langkah-langkah preventif seperti ini, Puskesmas berharap masyarakat Kariangau dapat hidup lebih tenang, sekaligus lebih sadar untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Upaya ini bukan hanya mencegah penyakit menular, tetapi juga membantu masyarakat mengenali kondisi kesehatan mereka sejak dini, sebelum terlambat. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *