Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kekhawatiran terhadap masa depan kualitas kesehatan generasi muda menjadi sorotan Sekretaris Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamit. Ia menilai pola hidup yang semakin jauh dari aktivitas fisik dan ramainya budaya nongkrong, khususnya di kafe, dapat berdampak pada ketahanan kesehatan masyarakat kota dalam jangka panjang.
Hamit menyebut bahwa semakin banyaknya anak muda yang terbiasa mengonsumsi minuman manis dan makanan cepat saji menimbulkan ancaman serius. Sebab, penyakit tidak menular seperti diabetes dan stroke kini tidak lagi identik dengan usia lanjut, tetapi mulai mengincar mereka yang masih berada di usia produktif.
“Kalau tiap hari minum yang manis-manis, cepat sekali menimbulkan diabetes. Pola hidup sehat anak-anak sekarang memang berkurang,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Menurutnya, kondisi ini bukan hanya masalah pribadi, tetapi akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia Balikpapan ke depan.
Ia menjelaskan bahwa transformasi gaya hidup modern membuat anak muda lebih banyak menghabiskan waktu duduk, bermain gawai, atau bekerja di dalam ruangan. Aktivitas fisik yang dahulu menjadi kebiasaan kini perlahan hilang, digantikan rutinitas yang minim pergerakan.
“Sekarang sudah zaman modern, gaya hidup bergeser. Bahkan anak-anak muda sekarang juga ada yang kena stroke dan diabetes,” ungkapnya. Hamit menilai tren ini harus menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat agar bersama menjaga generasi muda.
Untuk itu, dia mengajak para remaja dan dewasa muda mulai menyeimbangkan pola hidup mereka. Olahraga ringan, aktivitas luar ruangan, hingga pengaturan pola makan dinilainya penting untuk menghindari risiko penyakit jangka panjang.
“Kita ingin mendorong anak-anak muda lebih aktif berolahraga, tidak setiap hari nongkrong dengan hidup bebas,” katanya. Ia menegaskan bahwa nongkrong tidak sepenuhnya salah, namun harus dilakukan secara bijak dan tidak menjadi gaya hidup yang mendominasi hari-hari mereka.
Hamit juga mengimbau generasi muda memilih lingkungan pergaulan yang memberi nilai positif. “Boleh saja nongkrong, tapi jangan setiap hari. Tinggalkan tongkrongan yang tidak bermanfaat dan jangan sekadar ikut tren,” katanya.
Pada akhirnya, Hamit berharap anak muda Balikpapan dapat menjadi generasi yang sehat, produktif, dan siap menyongsong masa depan kota. “Budayakan hidup sederhana, penuh keceriaan, dan aktif bermain. Itu jauh lebih sehat dan bermanfaat,” tutupnya. (ADV/DPRD Balikpapan)













