Stunting Naik, Dewan Minta Program Lebih Tepat Sasaran

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kenaikan angka stunting di Kota Balikpapan pada tahun 2025 yang mencapai 24 persen, dari sebelumnya 21 persen, mendapat sorotan serius dari Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamit.

Ia menilai, lonjakan tersebut menjadi indikator bahwa program penanganan yang selama ini berjalan perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Menurutnya, peningkatan angka stunting tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga mencerminkan belum optimalnya implementasi program lintas sektor di lapangan.

“Ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Artinya, program yang sudah dijalankan perlu dievaluasi, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan,” ujar Hamit kepada wartawan, Senin (6/4/2026).

Ia menekankan bahwa efektivitas penggunaan anggaran juga harus menjadi perhatian. Program penanganan stunting, kata dia, tidak cukup hanya besar secara alokasi, tetapi harus tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan sampai anggaran besar, tetapi hasilnya tidak signifikan. Kita ingin program ini benar-benar menyentuh masyarakat, terutama kelompok rentan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat basis data sebagai acuan dalam menentukan kebijakan. Data yang akurat dinilai penting agar intervensi yang dilakukan tidak meleset dari sasaran.

Selain itu, Hamit juga menyoroti pentingnya koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, selama ini masih terdapat kecenderungan program berjalan sendiri-sendiri tanpa integrasi yang kuat.

“Permasalahan stunting ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Harus ada integrasi program antar-OPD, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga sosial,” jelasnya.

Di sisi lain, ia tetap mengajak seluruh stakeholder, termasuk sektor swasta dan masyarakat, untuk turut berperan aktif dalam upaya penurunan angka stunting. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar penanganan bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

DPRD Kota Balikpapan, lanjutnya, akan memperkuat fungsi pengawasan, khususnya dalam memastikan setiap program dan anggaran yang dialokasikan benar-benar berdampak pada penurunan angka stunting.

“Harapannya, ke depan kita tidak hanya menahan laju kenaikan, tetapi benar-benar mampu menurunkan angka stunting secara signifikan,” tutupnya. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *