Wahyullah Bandung: Aspirasi Warga Ditunda, Bukan Tak Dilaksanakan

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Wahyullah Bandung, menegaskan sejumlah aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses belum dapat direalisasikan pada 2026. Namun, ia memastikan aspirasi tersebut bukan dibatalkan, melainkan ditunda akibat keterbatasan fiskal dan kondisi keuangan daerah.

Menurut Wahyullah, masyarakat perlu memahami bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan warga dan menyerap berbagai aspirasi. Meski demikian, realisasi aspirasi tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

“Reses itu sebenarnya kewajiban kita untuk tetap bertemu dengan masyarakat. Terkait realisasi, apakah bisa langsung terwujud, itu tergantung kondisi fiskal dan keuangan daerah. Kondisi seperti ini ternyata terjadi di seluruh Indonesia,” kata Wahyullah kepada wartawan, Senin (14/9/2026).

Dia mengatakan, dirinya selalu menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi tersebut. Sejumlah program pembangunan yang sebelumnya diharapkan dapat dikerjakan pada 2026 terpaksa belum bisa direalisasikan.

Namun, ia menekankan bahwa penundaan itu bukan berarti aspirasi masyarakat tidak akan dilaksanakan.

“Kita sampaikan apa adanya bahwa sementara kita tunda program-program yang kira-kira seharusnya bisa dibangun atau dikerjakan pada 2026. Kita tunda, bukan tidak dilaksanakan,” ungkapnya.

Wahyullah mengatakan, program-program yang belum dapat dikerjakan akan tetap menjadi perhatian dan diharapkan dapat direalisasikan ketika kondisi fiskal daerah memungkinkan.

Di tengah keterbatasan anggaran, ia juga mendorong masyarakat untuk tetap terlibat dalam program-program prioritas Pemerintah Kota Balikpapan yang telah memiliki dukungan anggaran.

Salah satunya adalah program Kelurahan Madani yang berfokus pada penanganan stunting, pendampingan UMKM, dan pemilahan sampah.

Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan di tingkat kelurahan, terutama karena program prioritas tersebut telah disiapkan anggarannya.

“Kalau ada anggarannya tahun depan, bagaimana masyarakat bisa terlibat dalam kegiatan Kelurahan Madani. Karena sudah ada anggarannya dan relatif tidak dipangkas,” jelasnya.

Wahyullah berharap seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat aktif dalam program Kelurahan Madani sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, khususnya dalam penanganan stunting, pengembangan UMKM, dan pengelolaan sampah.

“Kalau program itu sudah dibuat oleh pemerintah, kita dorong supaya bisa diikuti oleh semua kalangan masyarakat,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *