Bupati Seriusi Program Wajib Belajar 9 Tahun

BERAU,- Program wajib belajar sembilan (9) tahun kembali menjadi atensi serius Pemkab Berau.

Pasalnya, angka partisipasi kasar (APK), khususnya untuk jenjang SMP dinilai belum maksimal di Kabupaten Berau

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menjelaskan APK jenjang SD berada dalam kondisi yang lebih baik daripada jenjang SMP.

“APK ini diukur berdasarkan jumlah siswa SD yang meneruskan pendidikan ke SMP,” ucapnya Sabtu (25/5/2024)

“Jenjang SD mempunyai kondisi lebih baik jika dibandingkan dengan jenjang SMP. Karena anak yang bersekolah di jenjang SD paling banyak jika dibandingkan dengan SMP,” tambahnya

Sesuai data, lanjut Sri, APK jenjang SMP tahun 2022 lalu ditargetkan mencapai 100 persen dan yang terealisasi baru mencapai 89,43 persen, dengan kategori cukup baik.

“Tahun 2022 kita targetkan APK sebesar 100 persen. Tapi terealisasi sebesar 89,43 persen dengan kategori cukup baik, walaupun belum mencapai 100 persen,” imbuhnya.

Disampaikannya, data APK itu diperoleh dari jenjang SMP, MTS, SDLB dan Paket B kemudian jumlah siswa yang dihimpun masuk dalam usia-usia sekolah, 13-17 tahun. Hal itu berbeda dengan APK jenjang SD.

“APK jenjang SD pada tahun 2022 kita targetkan sebesar 100 persen. Dan terealisasi 103,87 persen. Itu dengan kategori sangat berhasil,” bebernya.

Tahun ini, tambah Sri, APK jenjang SMP akan diperhatikan secara serius dan Berau pun akan berupaya mencari solusi yang tepat

“Karena ini juga untuk mengatasi para siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan masih putus sekolah,” pungkasnya. (ADV)

Reporter: Tariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *