Lintaskaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) meluncurkan program kandang Intensive Farming System untuk pengembangbiakan sapi. Program ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, di UPTD Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak, Penangkaran Rusa Api-Api, Kecamatan Waru.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mendukung ketersediaan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan daging sapi dan komoditas lainnya.
“Pemkab sangat mendukung program ini karena memberikan peluang besar dalam meningkatkan ketahanan pangan serta mendorong kemandirian ekonomi daerah,” ujar Mudyat pada Senin (10/3/2025).
Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan optimalisasi CSR, bantuan seperti penyediaan sapi dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan daerah.
“Perlu dilakukan pemetaan ulang untuk memastikan keterlibatan aktif perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah melalui CSR,” tambahnya.
Gubernur Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa Intensive Farming System merupakan pengelolaan ternak dalam kandang yang memungkinkan pemantauan penuh terhadap pemberian pakan, perawatan kesehatan, hingga optimalisasi pertumbuhan sapi.
“Metode ini lebih efisien dan meningkatkan produktivitas. Kebutuhan sapi sangat tinggi, terutama saat Hari Raya Kurban,” ungkap Rudy.
Dengan kapasitas saat ini yang mampu menampung 360 ekor sapi sedang dan 300 ekor sapi besar, Rudy berencana menambah dua kandang lagi. Jika terealisasi, kapasitas kandang dapat menampung hingga 1.000 ekor sapi.
Selain mendukung ketersediaan pangan, program ini juga membuka peluang baru untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui sektor peternakan. Keberhasilan program ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kabupaten PPU sebagai salah satu penyokong ketahanan pangan di Kalimantan Timur.
“Intensive Farming System ini tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi ekonomi lokal,” pungkas Rudy.
Baik Pemprov Kaltim maupun Pemkab PPU mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan, untuk bersama-sama mendukung program ini. Kolaborasi yang solid diyakini dapat mewujudkan pembangunan yang selaras dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (wal/ADV/Diskominfo PPU)








