Pemkab PPU Harapkan Tambahan Bantuan Keuangan untuk Percepatan Pembangunan Daerah

Lintaskaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan pentingnya sokongan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mempercepat pembangunan daerah. Salah satu harapannya adalah peningkatan nominal Bantuan Keuangan (Bankeu) yang selama ini telah diterima.

Hal ini disampaikan Mudyat dalam acara pembukaan Ramadan Fest di Areal Islamic Center, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, pada Kamis (13/3/2025).

Mudyat menyoroti bahwa Kabupaten PPU, yang menjadi lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, memerlukan perhatian khusus dari Pemprov Kaltim. Dengan statusnya sebagai pintu gerbang dan wilayah administrasi IKN, PPU membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk mengimbangi pembangunan berskala nasional tersebut.

“Tahun ini kami menerima Bankeu sekitar Rp 70 miliar. Itu pun merupakan hasil dari dorongan saat jabatan Gubernur dipegang oleh Penjabat Akmal Malik. Kami sangat bersyukur, tetapi nominal ini perlu ditingkatkan mengingat tantangan pembangunan di daerah kami yang terus bertambah,” jelas Mudyat.

Mudyat juga membandingkan alokasi Bankeu yang diterima oleh Kabupaten PPU dengan daerah lain di Kaltim. Menurutnya, perhatian lebih perlu diberikan kepada PPU agar pembangunan di wilayah ini dapat seimbang dengan perkembangan di IKN.

“Paser menerima Bankeu Rp 500 miliar lebih, Samarinda hampir Rp 1 triliun. Kami berharap alokasi Bankeu untuk PPU dapat lebih besar lagi ke depannya,” ungkapnya.

Bupati PPU optimis bahwa Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, akan memberikan dukungan tambahan. Apalagi, PPU menjadi salah satu daerah dengan persentase kemenangan terbesar pada Pilkada 2024, mencapai hampir 70 persen.

“Selain itu, ibu Gubernur juga merupakan salah satu tokoh pemekaran PPU. Dengan kondisi ini, saya yakin nilai Bankeu akan meningkat,” tambahnya.

Mudyat menjelaskan bahwa APBD Kabupaten PPU tahun anggaran 2025 mencapai Rp 2,6 triliun. Namun, hampir 90 persen dari angka tersebut berasal dari dana bagi hasil, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya berkontribusi kurang dari 10 persen.

“Kami harap ini menjadi perhatian khusus bagi Pemprov Kaltim agar dapat membantu kami memaksimalkan potensi daerah melalui dukungan anggaran,” tandas Mudyat.

Dengan peningkatan Bankeu, Pemkab PPU optimis dapat mempercepat pembangunan daerah, tidak hanya untuk mendukung keberadaan IKN Nusantara tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Benuo Taka. (wal/ADV/Diskominfo PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *