Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Najib, menyoroti perubahan gaya hidup masyarakat yang dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus penyakit diabetes, termasuk di kalangan anak muda.
Najib mengatakan, perubahan dalam pola konsumsi dan aktivitas fisik masyarakat saat ini berperan besar terhadap kondisi kesehatan.
“Dulu kita panen beras mungkin enam bulan sekali, sekarang empat bulan sekali. Itu karena penggunaan zat kimia dan lain-lain. Tapi kembali lagi, semua itu tergantung gaya hidup. Rajin olahraga, konsumsi makanan dan minuman yang sehat,” ujarnya pada Rabu (14/5/2025).
Ia juga mencontohkan bagaimana kebiasaan mengonsumsi minuman, khususnya kopi, telah banyak berubah. “Kalau saya, sekarang sudah pakai gula khusus. Minum kopi mungkin pakai susu sesekali di pagi hari, selebihnya cukup kopinya saja. Sekarang anak-anak muda pun sudah banyak yang terkena diabetes,” tambahnya.
Najib mengajak masyarakat, khususnya anak muda, untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang sering tersedia di Puskesmas, terutama pada akhir pekan.
“Biasanya Sabtu-Minggu ada senam di Puskesmas. Bisa dilihat juga, kelompok hipertensi biasanya diikuti oleh orang tua. Tapi kelompok diabetes, sekarang justru banyak anak muda,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan jenis dan kualitas minuman yang dikonsumsi, terutama kopi yang banyak dijual di tempat-tempat nongkrong kekinian.
“Kalau dulu kita ngopi di rumah atau di warung kaki lima, jelas gulanya kelihatan, bisa dikurangi. Tapi sekarang banyak kopi instan, sudah tercampur dengan sirup dan pemanis buatan. Ini yang harus diwaspadai,” tegasnya.
Najib mengingatkan bahwa menjaga pola hidup sehat sejak dini adalah langkah penting untuk mencegah penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
Ia berharap generasi muda lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman serta lebih aktif bergerak demi kesehatan jangka panjang. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)











