Disdikbud Balikpapan Siapkan Guru Hadapi Revolusi Digital

banner 728x250

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN — Dunia pendidikan dituntut untuk terus berbenah di tengah gelombang revolusi digital. Menyadari urgensi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Pythaverse Leanbot, Selasa (8/7/2025), bertempat di Aula SMP Negeri 1 Balikpapan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, yang menegaskan pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Jika tidak mau mengikuti perkembangan teknologi, terutama AI, maka kita akan tertinggal. Guru harus menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton,” tegas Irfan di hadapan puluhan peserta yang merupakan perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Bimtek ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Disdikbud dengan ISS-Axioo dan ASB E-Learning, yang memperkenalkan platform Pythaverse Leanbot—sebuah media pembelajaran interaktif berbasis koding dan AI yang dirancang khusus untuk dunia pendidikan.

Melalui pelatihan ini, para guru tidak hanya dibekali pemahaman dasar mengenai koding dan kecerdasan buatan, tetapi juga diajak untuk mulai mengintegrasikan teknologi tersebut dalam praktik pembelajaran di kelas. Tujuannya jelas: menciptakan proses belajar yang lebih adaptif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital-native.

Disdikbud Balikpapan menunjukkan konsistensinya dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi. Upaya ini sejalan dengan transformasi kurikulum nasional yang menekankan pada pembelajaran berbasis proyek, kreativitas, dan pemecahan masalah.

“Kami ingin guru-guru di Balikpapan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembelajar yang terus berkembang. Kegiatan ini adalah awal dari perubahan yang lebih besar,” ujar Irfan.

Bimtek ini diharapkan menjadi langkah awal dari gerakan masif digitalisasi pendidikan di Kota Balikpapan. Dengan pemahaman koding dan AI, guru tidak hanya memperkaya metode mengajar, tetapi juga berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang siap mencetak generasi berdaya saing global.

Dengan pelatihan seperti ini, Balikpapan memberi sinyal kuat bahwa pendidikan bukan hanya soal mengajar hari ini, tapi juga mempersiapkan masa depan. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *