Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan tengah memperkuat fondasi ekonominya dengan mengarahkan perhatian ke sektor-sektor strategis nonmigas seperti pariwisata, ekonomi kreatif, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga untuk mempersiapkan Balikpapan sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinamis dan berdaya saing tinggi.
Di tengah geliat pembangunan dan transformasi wilayah Kalimantan Timur, Balikpapan bergerak cepat untuk memastikan tidak tertinggal. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyebutkan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menyimpan potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Kami melihat bahwa ruang publik bisa menjadi motor penggerak. Kalau bisa diaktifkan menjadi ruang kreatif, kita tidak hanya menciptakan tempat hiburan, tapi juga membuka peluang usaha baru dan mendorong pertumbuhan komunitas,” ujar Bagus saat ditemui usai rapat koordinasi lintas OPD, Jumat (11/7/2025).
Pemkot Balikpapan pun merancang program aktivasi ruang publik milik daerah agar menjadi pusat kegiatan seni, budaya, dan kewirausahaan. Taman kota, lapangan terbuka, hingga gedung-gedung komunitas akan diubah menjadi wadah bagi para pelaku industri kreatif, khususnya generasi muda, untuk berkarya dan bertumbuh.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot akan menggulirkan program inkubasi kreatif berkelanjutan. Program ini mencakup pelatihan teknis, pendampingan bisnis, hingga fasilitasi sertifikasi produk. Harapannya, para pelaku industri kreatif tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan bersaing di tingkat regional hingga nasional.
Di sisi pariwisata, strategi revitalisasi tengah disusun untuk menghidupkan kembali destinasi yang selama ini kurang optimal. Fokus akan diberikan pada identitas tematik setiap destinasi, sehingga masing-masing lokasi memiliki keunikan dan narasi khas yang bisa dipromosikan secara digital.
“Kita ingin wisata di Balikpapan punya karakter kuat. Bukan sekadar pemandangan, tapi juga pengalaman. Kita kemas dalam narasi digital dan promosi tematik, agar bisa menjangkau lebih luas,” imbuh Bagus.
Strategi ini juga melibatkan kolaborasi lintas sektor. Pemkot mendorong keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pengembangan dan pengelolaan aset pariwisata dan ruang kreatif. Kolaborasi ini dianggap penting untuk memperluas jaringan promosi dan memperkuat daya tarik kota di mata wisatawan dan investor.
Sementara itu, sektor UMKM tak luput dari perhatian. Pemkot telah menyusun sejumlah strategi mulai dari pembangunan rumah produksi UMKM di sentra industri kecil, peningkatan kualitas produk melalui pelatihan dan sertifikasi halal atau SNI, hingga penguatan branding lokal.
“Kami juga sedang memacu transformasi digital UMKM. Kami ingin para pelaku usaha Balikpapan mampu memanfaatkan marketplace, media sosial, dan teknologi digital lainnya agar bisa menjangkau pasar nasional hingga internasional,” ujar Bagus.
Langkah-langkah ini diyakini akan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadikan Balikpapan lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi global.
Dengan mengintegrasikan kekuatan budaya lokal, inovasi teknologi, dan semangat kolaboratif, Balikpapan tak hanya ingin menjadi penopang IKN, tetapi juga kota yang mandiri secara ekonomi, hidup secara kreatif, dan tumbuh secara berkelanjutan. (ADV/Diskominfo Balikpapan)






