Pemkab Berau Presiasi Komitmen PAMA Bekali Skill Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong dan memberikan apresiasi kepada pihak swasta yang memperhatikan penguatan SDM untuk tenaga kerja lokal.

Salah satunya PT Pama Persada Nusantara (PAMA) yang tahun 2025 ini membekali 79 tenaga kerja untuk mekanik dan operator. Saat ini, tenaga ini telah resmi bekerja di perusahaan batu bara tersebut.

Bahkan, terhitung sejak 2020 hingga saat ini, sudah 382 karyawan yang aktif bekerja di PAMA merupakan tenaga lokal skill yang diberdayakan perusahaan.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said mengatakan, perusahaan telah bersikap adil dengan tidak menuntut skill calon pekerja, melainkan memberikan pembekalan kepada calon karyawan dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

“Biasanya perusahaan hanya cari yang sudah jadi, tapi PAMA mau mendidik dulu untuk kemudian dipekerjakan,” kata Said di pengukuhan karyawan baru PAMA pada Jumat (29/8/2025).

Said mengungkapkan, di masyarakat kerap muncul seletukan bahwa perusahaan kerap dinilai tidak adil dengan masyarakat yang tinggal di lingkar tambang.

Padahal upaya untuk mengakomodir tenaga kerja lokal sudah dilakukan oleh PAMA. Kendati demikian, harus tetap diakui bahwa perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang ahli di setiap bidang operasi, sehingga tidak semua dapat diakomodir.

“Jadi kita mesti memahami hal-hal yang seperti itu. Kalau untuk tenaga skill tertentu, itu harus yang sesuai,” ucap Said.

Ia pun memberikan pesan kepada para tenaga muda PAMA agar lebih tertib dalam mengikuti aturan perusahaan dan tak menuntut banyak hal yang tidak sesuai dengan aturan perusahaan.

Sebab, sejatinya perusahaan telah memiliki alur untuk proses pemberian hak para karyawan dan tidak mungkin perusahaan tidak mengindahkan hak yang mesti diterima pekerja.

“Perusahaan pasti akan memberikan hak-hak karyawan. Pasti ini bisa menjadi motivasi bagi karyawan untuk bisa kerja lebih giat lagi,” katanya.

Namun, lanjut Said, tetap diharapkan kepada pekerja muda agar dapat mengontrol penggunaan dari gaji yang diterima supaya tidak salah langkah.

“Jangan sampai lari ke hal-hal yang bisa merusak, seperti narkoba dan minuman keras,” tegasnya.

Sementara itu, Project Manager PT PAMA, Bayu Setiawan mengatakan, tenaga muda tersebut telah melalui proses training atau pelatihan selama 8 bulan.

“Kami tetap akan mengawal dan mengevaluasi secara berjangka. Pekerja yang baru kita harap dapat bekerja dengan baik dan profesional,” pungkasnya. (*/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *