Kasus DBD di Wilayah Puskesmas Kariangau Menurun, Pemantauan Jentik Ditingkatkan

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Kariangau terus menggencarkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui berbagai kegiatan. Salah satunya dengan melakukan pemantauan jentik dan edukasi kepada masyarakat. Hasilnya, jumlah kasus DBD di wilayah kerja puskesmas tersebut tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya.

Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Kariangau, Tuwini, mengungkapkan bahwa penanganan DBD dilakukan sejak tahap deteksi dini hingga pemantauan lingkungan sekitar pasien.

“Kalau ada pasien dengan indikasi DBD dari poli umum, biasanya dirujuk ke saya. Kami akan melakukan kunjungan ke rumah pasien untuk mencegah penularan. Selain itu, data kasus juga kami terima dari Dinas Kesehatan yang mendapat laporan dari rumah sakit,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).

Tuwini menambahkan, pencegahan dilakukan melalui kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali oleh kader Jumantik bersama petugas puskesmas.

Selain itu, lanjut dia terdapat pula kegiatan Gerakan Serentak Pemantauan Jentik (Gertak) yang dilakukan secara bergantian setiap bulan agar seluruh wilayah tetap terpantau.

“Alhamdulillah, tahun ini kasus DBD menurun dibanding tahun lalu. Tahun ini tercatat 8 kasus, sementara tahun 2024 lalu ada 13 kasus,” ujarnya.

Selain kegiatan rutin, pihaknya juga aktif berkoordinasi melalui grup WhatsApp kader Jumantik untuk berbagi informasi dan materi edukasi kepada masyarakat. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke grup RT agar warga lebih aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri.

Menurut Tuwini, karakteristik wilayah Kariangau menjadi salah satu tantangan tersendiri dalam pengendalian DBD. Banyak warga yang menggunakan tandon air atau penampungan karena keterbatasan sumber air bersih.

“Di sini sebagian besar warga memakai sumur bor dan air hujan, jadi hampir semua rumah punya penampungan air. Itu berpotensi jadi tempat berkembangnya jentik kalau tidak rutin dibersihkan atau diberi larvasida,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, petugas dan kader rutin menaburkan larvasida (abate) setiap kali melakukan survei vektor. “Kalau ditemukan jentik, langsung kami taburkan abate di tempat penampungan. Stoknya juga cukup banyak tahun ini, bahkan masih tersedia untuk tahun depan,” tambahnya.

Puskesmas Kariangau berharap upaya yang dilakukan dapat terus menekan angka kasus DBD di wilayah tersebut.

“Kalau jentik mungkin tidak bisa nol, karena di mana ada air pasti ada jentik. Tapi harapan kami kasusnya bisa terus turun, bahkan kalau bisa nol kasus lagi seperti dulu,” pungkas Tuwini. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru