Program Internsip, Masa Adaptasi Dokter Baru Sebelum Praktik Mandiri

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Ketua Tim Dokter Internsip Puskesmas Karang Joang, dr. Muhammad Fattah Adyono, menjelaskan bahwa program internsip merupakan masa adaptasi penting bagi dokter baru sebelum diperbolehkan praktik secara mandiri. Meski telah lulus pendidikan profesi dan menjalani sumpah dokter, para dokter muda belum langsung dilepas bekerja sendiri tanpa pendampingan.

“Internsip itu seperti tahun percobaan untuk dokter baru. Ada masa satu tahun untuk adaptasi sambil tetap dibimbing dokter senior,” ujar dr. Fattah, Selasa (18/11/2025).

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan sebagai bentuk pendampingan transisi dari dunia pendidikan ke dunia pelayanan kesehatan. Durasi internsip biasanya berlangsung satu tahun, yang dibagi menjadi dua tahap: enam bulan bertugas di rumah sakit dan enam bulan di puskesmas.

Menurut dr. Fattah, kelompok dokter internsip yang saat ini bertugas memulai penempatan pertama di Puskesmas Karang Joang. Lingkup layanan yang luas membuat para dokter muda langsung berhadapan dengan berbagai kondisi kesehatan masyarakat.

“Ritme kerjanya cukup dinamis. Pasien datang dengan keluhan beragam, mulai dari penyakit akut ringan hingga kontrol penyakit kronik seperti hipertensi dan diabetes melitus,” jelasnya.

Selama di puskesmas, para dokter internsip menjalani berbagai aktivitas, mulai dari pelayanan poli umum, poli anak, dan poli lansia, hingga keterlibatan dalam kegiatan luar gedung seperti Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Mereka juga bertugas menjaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta menangani kegawatdaruratan awal sebelum pasien dirujuk.

Pada tahap selanjutnya, dokter internsip akan bertugas di rumah sakit. Di fasilitas layanan rujukan ini, mereka kembali terlibat dalam pelayanan sehari-hari di IGD, poliklinik rawat jalan, hingga bangsal rawat inap.

“Tugasnya cukup beragam, mulai dari anamnesis, pemeriksaan fisik, membuat penilaian awal kondisi pasien, menuliskan rencana tatalaksana, mengisi instruksi medis di rekam medis, hingga memantau kondisi pasien rawat inap,” terang dr. Fattah.

Selain kegiatan klinis, program internsip juga mewajibkan peserta menyelesaikan sejumlah tugas ilmiah. Di antaranya pengisian logbook sebagai catatan kegiatan selama program, penyusunan mini project berupa analisis masalah kesehatan atau edukasi masyarakat, serta pembuatan laporan kasus pasien yang disertai pembahasan ilmiah.

Beberapa wahana internsip juga mengadakan morning report, bedah jurnal, maupun diskusi kasus untuk memperkuat kompetensi akademik peserta.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan dokter internsip dapat mengembangkan keterampilan klinis, kemampuan komunikasi, hingga pemahaman sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh sebelum melangkah menuju praktik mandiri. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru