Kasus Karies Masih Tinggi, Puskesmas Graha Indah Dorong Pencegahan Sejak Dini

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Tingginya kasus gigi berlubang pada anak kembali menjadi perhatian serius Puskesmas Graha Indah. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, 7 dari 10 anak masih mengalami karies, bahkan sebagian di antaranya membutuhkan penanganan segera lantaran kerusakan gigi sudah cukup parah.

Dokter Gigi Puskesmas Graha Indah, drg. Riana Susanti, menyampaikan bahwa masalah gigi pada anak bukan sekadar persoalan lubang kecil yang dapat diabaikan.

Menurutnya, kesehatan gigi sangat memengaruhi tumbuh kembang anak, baik dari sisi fisik, mental, hingga kepercayaan diri.

“Ketika gigi sakit, anak jadi sulit makan, sulit tidur, bahkan sulit berkonsentrasi di sekolah. Ini tentu berdampak pada proses belajar dan aktivitas sosialnya,” ujarnya dengan nada prihatin, Sabtu (22/11/2025).

Untuk mencegah kondisi tersebut, drg. Riana menekankan pentingnya membangun kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan agar anak dibiasakan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride, menggunakan benang gigi, serta mengurangi konsumsi makanan manis dan lengket.

“Hal kecil yang dilakukan secara rutin bisa memberi dampak besar. Kuncinya adalah pendampingan orang tua,” tambahnya.

Selain perawatan di rumah, drg. Riana mendorong orang tua untuk mulai mempertimbangkan langkah pencegahan profesional seperti pemasangan dental sealant serta pemeriksaan gigi rutin minimal setiap enam bulan.

Upaya ini dinilai mampu mendeteksi masalah lebih awal sehingga penanganannya lebih cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit berlebihan pada anak.

Sebagai bagian dari komitmennya, Puskesmas Graha Indah terus memperluas edukasi melalui seminar kesehatan bulanan, konten edukatif di media sosial, serta kegiatan pemeriksaan gigi di sekolah-sekolah dan posyandu.

Harapannya, semakin banyak orang tua yang sadar bahwa menjaga kesehatan gigi anak bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi juga bagian penting dari pola pengasuhan sehari-hari.

“Dengan dukungan orang tua dan kesadaran bersama, kita dapat mewujudkan generasi yang tumbuh sehat, ceria, dan penuh percaya diri,” tutup drg. Riana. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *