Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Partisipasi ibu hamil dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Graha Indah masih belum optimal. Meski program ini digelar secara rutin setiap bulan, kehadiran peserta kerap tidak stabil akibat berbagai faktor teknis maupun non-teknis.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pihak puskesmas, mengingat kelas ini berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil sekaligus mencegah risiko kehamilan.
Penanggung jawab program, Bidan Sri Suarni, menjelaskan bahwa sejumlah kendala membuat sebagian ibu hamil kesulitan hadir secara konsisten. Selain persoalan jarak, banyak peserta yang harus membagi waktu antara urusan rumah tangga, pekerjaan, serta kondisi fisik yang lebih mudah lelah.
“Sebagian ibu terkendala transportasi, ada yang merasa tempat kegiatan terlalu jauh, dan ada pula yang menganggap materinya pengulangan sehingga belum melihat manfaat langsung,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).
Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, Puskesmas Graha Indah menerapkan sejumlah strategi khusus yang dinilai cukup efektif dalam meningkatkan partisipasi. Salah satunya adalah pendekatan personal melalui kunjungan rumah, terutama bagi ibu yang tidak bisa hadir karena kondisi kesehatan atau akses yang terbatas.
Pendekatan ini tidak hanya memastikan ibu tetap mendapatkan informasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan warga.
Puskesmas juga mulai mengajak suami, mertua, dan keluarga untuk ikut hadir dalam beberapa sesi, khususnya materi yang berkaitan dengan persiapan persalinan dan tanda bahaya kehamilan.
“Keterlibatan keluarga ternyata penting, karena dukungan mereka dapat meningkatkan motivasi ibu untuk datang dan mengikuti kelas secara rutin,” kata Sri Suarni.
Selain itu, sistem pengingat melalui grup WhatsApp ibu hamil turut membantu menginformasikan jadwal kegiatan, materi yang akan dibahas, serta lokasi pertemuan. Pendekatan digital ini dianggap relevan dengan kebiasaan masyarakat yang kini semakin mengandalkan ponsel untuk berkomunikasi.
Sebagai upaya mendekatkan layanan ke masyarakat, Puskesmas Graha Indah juga menerapkan pola kelas bergilir di posyandu yang tersebar di berbagai RT. Dengan demikian, ibu hamil tidak perlu menempuh jarak jauh atau menghadapi medan yang menyulitkan. Langkah ini turut membantu meningkatkan aksesibilitas, terutama bagi ibu dengan transportasi terbatas.
Tak hanya itu, puskesmas menghadirkan inovasi berupa senam persiapan persalinan, yang dimaksudkan untuk meningkatkan minat peserta. Senam ini mendapat respons positif karena dinilai membantu mengurangi keluhan fisik serta membuat suasana kelas lebih menarik dan interaktif.
Meski berbagai strategi telah diterapkan, Sri Suarni menilai bahwa dukungan lintas sektor, terutama dari kader PKK, posyandu, serta perangkat RT dan kelurahan, masih sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan capaian program.
“Keberhasilan Kelas Ibu Hamil tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga peran tokoh masyarakat dan kader yang menjadi ujung tombak di lapangan,” tegasnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)








