Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahap II di SDN 20 Balikpapan Barat pada Kamis (27/11/2025) berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Sejak pagi, suasana sekolah tampak ramai oleh kedatangan tim Puskesmas Kariangau yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas, dr. Nur Ayu Hasanah, bersama bidan Sumarni.
Keduanya turun langsung menyapa satu per satu siswa dalam kegiatan sweeping imunisasi untuk kelas 1, 2, dan 5.
Sebagian besar anak menjalani imunisasi dengan baik.
Ada yang datang dengan penuh percaya diri, ada pula yang menggandeng tangan guru karena sedikit gugup. Namun, di balik kelancaran tersebut, tim menemukan lima siswa yang tidak bisa melanjutkan imunisasi karena orang tua mereka menolak. Saat dilakukan pemeriksaan singkat, kelima anak ini justru mengalami demam
“Beberapa anak yang ditolak orang tuanya ternyata sedang sakit dan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Kami curiga ada infeksi dalam tubuh yang memicu reaksi tidak nyaman saat imunisasi sebelumnya,” ujar dr. Ayu dengan nada prihatin.
Dia menekankan pentingnya pemeriksaan lanjutan berupa tes darah lengkap untuk memastikan apakah terdapat infeksi terselubung. Menurutnya, banyak orang tua yang mengira anaknya sehat karena tidak demam atau tidak tampak sakit, padahal tanda-tanda seperti kurang nafsu makan atau tubuh yang makin kurus bisa menjadi indikator adanya infeksi yang tak terlihat.
“Kadang anak tampak normal, aktif seperti biasa. Tapi kalau berat badannya tidak naik-naik atau malah turun, itu perlu diperhatikan. Infeksi yang tidak tertangani bisa semakin berat bila imunisasi tidak lengkap,” jelasnya.
Puskesmas Kariangau menargetkan capaian imunisasi minimal 95 persen sebagai batas aman untuk melindungi kesehatan masyarakat. Dr. Ayu berharap orang tua semakin memahami bahwa imunisasi bukan sekadar program rutin sekolah, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan anak dan lingkungan sekitar.
Di akhir kegiatan, tim Puskesmas tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Mereka berpesan kepada guru dan orang tua agar tidak ragu berkonsultasi, karena setiap anak berhak tumbuh sehat dan terlindungi. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







