DPRD Ingatkan Jangan Terlalu Fokus Digitalisasi, Fasilitas Dasar Sekolah Masih Timpang

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Penerapan teknologi digital di sektor pendidikan Kota Balikpapan mendapat apresiasi, namun di sisi lain juga menuai catatan kritis dari DPRD. Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Sofyan Jufri, mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu terfokus pada digitalisasi, sementara persoalan mendasar di sekolah masih belum sepenuhnya teratasi.

Menurutnya, pemasangan kamera pengawas (CCTV) di ruang kelas memang menjadi langkah maju dalam mendukung transparansi dan pengawasan proses belajar mengajar. Namun, hal tersebut dinilai belum cukup jika tidak dibarengi dengan pemerataan fasilitas dasar pendidikan.

“Digitalisasi memang penting, tetapi jangan sampai kebutuhan dasar seperti ruang kelas, sarana penunjang, dan ketersediaan tenaga pengajar justru terabaikan,” ujarnya pada Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah sekolah di Balikpapan yang menghadapi keterbatasan ruang belajar serta minimnya fasilitas pendukung. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa jika tidak segera ditangani.

Sofyan juga menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan antarwilayah yang dinilai masih cukup terlihat. Di beberapa kawasan padat penduduk, sekolah mengalami kelebihan kapasitas, sementara di wilayah lain justru belum memiliki sarana yang memadai.

“Kita tidak ingin ada sekolah yang penuh sesak, sementara di tempat lain kekurangan fasilitas. Pemerataan harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam menghadapi pertumbuhan jumlah penduduk di Balikpapan. Tanpa dukungan infrastruktur pendidikan yang memadai, disparitas akses pendidikan dikhawatirkan akan semakin melebar.

Komisi IV DPRD, lanjutnya, akan terus mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk tidak hanya mengembangkan teknologi di sektor pendidikan, tetapi juga mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas sarana dasar secara menyeluruh.

“Pembangunan sekolah baru dan pembenahan fasilitas yang ada harus berjalan beriringan dengan digitalisasi. Keduanya harus seimbang agar kualitas pendidikan benar-benar meningkat,” pungkasnya. (ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *