Serius Benahi Infrastruktur, Pemkot Usulkan Program Strategis Lewat Bankeu 2026

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dalam upaya memperkuat peran sebagai gerbang utama menuju Ibu Kota Negara (IKN), Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengusulkan berbagai program pembangunan strategis kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui skema Bantuan Keuangan (Bankeu) tahun anggaran 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin menjelaskan bahwa fokus utama Pemkot adalah mempercepat penanggulangan banjir, pengelolaan sampah dari hulu, serta pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan.

“Program prioritas yang kita usulkan tidak hanya untuk menjawab kebutuhan saat ini, tapi juga untuk menyiapkan Balikpapan sebagai penyangga utama IKN. Mulai dari penanganan banjir, pembangunan SMA/SMK, hingga infrastruktur kesehatan telah kami masukkan dalam dokumen usulan,” jelas Muhaimin, Kamis (7/8/2025).

Meskipun dana Bankeu 2026 yang diusulkan mencapai lebih dari Rp3 triliun, Pemkot menegaskan bahwa angka tersebut merepresentasikan kebutuhan riil pembangunan di daerah, bukan sekadar angka politis.

“Bankeu itu murni berdasarkan kebutuhan daerah, bukan hasil bagi-bagi kuota. Namun tentu kami juga memahami bahwa pembagiannya akan tetap mempertimbangkan proporsionalitas dan kemampuan fiskal provinsi,” ujar Muhaimin.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Balikpapan sebagai “beranda” Kalimantan Timur dan pintu gerbang IKN seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam alokasi bantuan dari provinsi.

“Balikpapan adalah pintu masuk IKN. Sudah selayaknya dukungan pembangunan lebih besar diberikan ke sini. Apalagi banyak anggota DPRD Kaltim yang berasal dari Dapil Balikpapan, kita dorong mereka untuk memberi perhatian lebih,” tambahnya.

Terkait realisasi Bankeu sebelumnya, Muhaimin menyampaikan bahwa untuk tahun 2024 seluruh anggaran telah terealisasi 100 persen, sementara tahun 2025 masih berjalan sesuai tahap pencairan. Pemerintah Kota pun tetap mengupayakan agar proyek berjalan tanpa hambatan, termasuk dengan menalangi pembayaran menggunakan APBD kota bila diperlukan.

“Yang penting progres fisik di lapangan jalan terus. Jika transfer belum selesai tapi pekerjaan sudah selesai sesuai progres, maka pembayaran kami tanggung dahulu pakai APBD kota. Ini penting untuk menjaga perputaran ekonomi dan hak penyedia jasa,” tegasnya.

Melalui pengusulan Bankeu 2026 ini, Pemkot Balikpapan berharap dapat mengakselerasi pembangunan strategis yang berdampak langsung pada kesiapan kota dalam menyambut era baru sebagai penyangga IKN. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *