Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan sejumlah program prioritas pembangunan di tahun 2025. Dua di antaranya yakni kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu Balikpapan Barat serta penataan Pasar Pandansari yang selama ini menjadi pusat perdagangan strategis masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat membacakan jawaban Wali Kota atas pandangan umum fraksi DPRD Kota Balikpapan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung Parkir Klandasan, Senin (25/8/2025).
Menurut Bagus, penyelesaian pembangunan RS Sayang Ibu akan terus diawasi secara ketat agar tidak mengalami keterlambatan seperti sebelumnya. Pemerintah melibatkan kontraktor pelaksana dan manajemen konstruksi untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar mutu dan waktu yang ditetapkan.
“Adendum perjanjian menjadi pedoman dalam pelaksanaan, sehingga tidak ada lagi alasan keterlambatan. Kami ingin rumah sakit ini segera beroperasi dan benar-benar memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat Balikpapan Barat,” tegasnya.
Pembangunan RS Sayang Ibu dinilai penting karena kawasan Balikpapan Barat masih sangat membutuhkan fasilitas kesehatan yang representatif. Selama ini, warga di wilayah tersebut kerap harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju rumah sakit di pusat kota. Dengan adanya RS ini, diharapkan akses pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dan merata.
Selain itu, lanjut Bagus Pemkot juga memastikan penataan kembali Pasar Pandan Sari yang dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan terbesar di Balikpapan. Revitalisasi difokuskan pada penataan kios, area parkir, serta peningkatan sarana dan prasarana penunjang agar pasar menjadi lebih tertib, nyaman, dan layak baik bagi pedagang maupun pengunjung.
“Pasar Pandansari adalah denyut nadi perekonomian rakyat. Dengan penataan yang lebih baik, kami berharap pedagang bisa lebih sejahtera dan masyarakat mendapatkan pengalaman berbelanja yang aman dan nyaman,” ujar Bagus.
Revitalisasi ini juga diharapkan dapat mengatasi persoalan klasik, seperti kemacetan akibat parkir liar, tata letak kios yang semrawut, hingga masalah kebersihan yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot juga merespons isu kelangkaan beras yang sempat terjadi di sejumlah pasar modern. Bagus menegaskan bahwa stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kini telah tersedia kembali, dengan dukungan distribusi dari pemasok lokal.
“Kami berkoordinasi dengan Bulog dan distributor agar suplai tetap terjaga. Harapannya, distribusi beras tetap stabil sehingga harga di tingkat konsumen tidak melonjak,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot menegaskan keseriusannya dalam menjaga keseimbangan pembangunan infrastruktur, revitalisasi pusat ekonomi, sekaligus memastikan stabilitas kebutuhan pokok masyarakat. (ADV/Diskominfo Balikpapan)








