Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman, mendorong pengembangan sektor pariwisata di wilayah Balikpapan Barat sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan antarwilayah di kota ini.
Menurutnya, kawasan Balikpapan Barat memiliki banyak potensi wisata, budaya, dan ekonomi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan daerah (PAD), sekaligus mengimbangi pertumbuhan sektor wisata di wilayah timur dan utara kota.
“Ketika bicara bagaimana kota tua di Balikpapan Barat bisa berkembang dengan baik, tentu dibutuhkan sentuhan dan dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan. Apalagi banyak pejabat yang juga berasal dari wilayah ini,” ujar Taufik, Rabu (8/10/2025).
Ia menjelaskan, Balikpapan Barat memiliki sejumlah potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata air di Baru Tengah, wisata produk PKL di Margasari, hingga wisata mangrove di Margomulyo. Selain itu, kawasan Kampung Baru Ujung juga menyimpan nilai sejarah tinggi yang bisa dikembangkan menjadi wisata budaya.
“Di Kampung Baru Ujung itu masih ada peninggalan zaman Jepang dan Belanda, seperti Gunung Meriam dan kuburan tua. Kalau di Baru Ilir, ada rumah tempo dulu dan asrama peninggalan Belanda. Semua itu bisa menjadi daya tarik wisata sejarah,” jelasnya.
Taufik menilai, pengembangan potensi wisata di Balikpapan Barat akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi warga sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
“Pemerintah perlu memberi perhatian lebih besar ke wilayah barat. Dari pejabat tinggi sampai staf dinas, banyak yang lahir dan besar di Balikpapan Barat. Jadi ini momentum untuk bersama-sama memperjuangkan pembangunan yang lebih merata,” katanya.
Dia juga menambahkan, pengembangan sektor wisata perlu dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi lokal, terutama pelaku UMKM dan PKL, agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Peningkatan PAD itu bisa datang dari kegiatan seni, budaya, dan wisata yang terkelola dengan baik. Pemerintah bisa memperkuatnya lewat Perda dan Perwali yang mendukung kegiatan ekonomi kreatif di tingkat lokal,” tutup Taufik. (ADV/DPRD Balikpapan)













