Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Menghadapi potensi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan, Puskesmas Karang Joang mengimbau warga untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menjadi jumantik mandiri di rumah masing-masing.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Karang Joang, Doni Aji Kurniawan, mengatakan bahwa hingga minggu ke-45 tahun 2025 tercatat 34 kasus DBD di wilayahnya.
“Angka ini memang belum setinggi tahun lalu yang mencapai 40 kasus, tapi kita tetap waspada karena tahun belum berakhir,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pola penyebaran kasus DBD di Karang Joang tidak terfokus di wilayah tertentu. “Tidak ada RT yang menjadi pusat kasus. Penyebarannya acak dan merata di beberapa titik,” kata Doni kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, upaya pencegahan menjadi fokus utama dibandingkan penanganan setelah kasus terjadi. Puskesmas bersama kelurahan dan kader kesehatan rutin menggelar kerja bakti, PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), serta pembagian abate untuk menghambat pertumbuhan jentik.
“Kami juga aktif mengedukasi masyarakat lewat media sosial dan grup WhatsApp RT. Pesannya sederhana: biasakan 3M+, yaitu Menguras, Menutup, Mengubur barang bekas, dan langkah tambahan lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, Doni mengakui masih ada tantangan dalam mengubah persepsi masyarakat. “Banyak warga yang masih berpikir begitu ada kasus, harus langsung difogging. Padahal fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentiknya. Pencegahan justru lebih efektif,” tegasnya.
Ia menambahkan, faktor lingkungan dan cuaca menjadi tantangan tersendiri. “Pertumbuhan penduduk dan pembukaan lahan perumahan baru menambah potensi genangan air. Apalagi cuaca hujan-panas yang berganti cepat juga mendukung perkembangbiakan nyamuk,” jelasnya.
Sebagai penutup, Doni berpesan agar masyarakat meningkatkan kesadaran dari diri sendiri. “Mari jadi jumantik di rumah sendiri. Cek tempat air, bak mandi, pot bunga, atau barang bekas yang bisa menampung air. Karena DBD bisa dicegah kalau kita peduli dari lingkungan terdekat,” ujarnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







