Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Joang melalui Dokter Gigi Drg. Yulie Westria melaksanakan kegiatan deteksi dini kesehatan gigi dan mulut bagi murid Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD di wilayah kerjanya. Program yang didanai melalui APBN ini menyasar anak usia 4–6 tahun di 10 TK/PAUD wilayah UPTD Puskesmas Karang Joang.
Drg. Yulie menjelaskan bahwa kegiatan ini penting untuk mengetahui kondisi gigi anak sejak dini. “Deteksi dini ini dilakukan untuk melihat lebih awal apakah ada kelainan pertumbuhan gigi dan mulut pada anak-anak, sehingga bisa segera ditangani,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/11/2025)
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa kondisi yang cukup banyak dijumpai, seperti gigi susu yang belum tanggal meskipun gigi permanen sudah tumbuh, keterlambatan pertumbuhan gigi permanen, serta kasus karies gigi yang masih tinggi.
“Kami menemukan cukup banyak kasus karies dan beberapa anak mengalami pertumbuhan gigi yang tidak sesuai, seperti gigi susu yang belum lepas padahal gigi permanennya sudah tumbuh,” tambahnya.
Selain pemeriksaan, tim juga melakukan bincang-bincang dengan para orang tua. Banyak di antara mereka mengakui bahwa pola sikat gigi anak belum teratur, terutama kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur.
“Orang tua mengatakan anak-anak masih sulit diajak sikat gigi malam hari. Mereka juga sangat gemar makanan manis dan kurang suka makan buah langsung,” kata Drg. Yulie.
Padahal, konsumsi buah dapat membantu merangsang pertumbuhan gigi yang lebih baik. Anak-anak yang ditemukan memiliki kelainan atau masalah gigi kemudian dirujuk ke Puskesmas Karang Joang untuk pemeriksaan lanjutan.
“Anak-anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kami arahkan ke puskesmas agar bisa segera ditangani sesuai prosedur,” jelasnya.
Dengan kegiatan ini, Puskesmas Karang Joang berharap kesadaran orang tua dan sekolah terhadap kesehatan gigi sejak dini dapat meningkat, sehingga masalah gigi pada anak dapat dicegah lebih cepat. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







