Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Joang terus memperkuat layanan promotif dan preventif melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar ribuan pelajar di wilayah kerjanya. Program ini menjadi agenda tahunan dan melibatkan siswa SD, SMP, hingga SMA dari total 15 SD, 5 SMP, dan 4 SMA. Setiap tahun, ribuan pelajar mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebagai upaya menjaga kesehatan generasi muda sejak dini.
Pada pelaksanaan terbaru di SMP 20 Balikpapan Utara, Rabu (19/11/2025), tim kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap 138 siswa. Pemeriksaan mencakup hemoglobin (HB), tekanan darah, gula darah, karies gigi, hingga vaksinasi HPV untuk siswi perempuan.
Dokter gigi Puskesmas Karang Joang, drg. Yuli Westria, menjelaskan bahwa screening kesehatan ini menjadi langkah penting untuk menemukan masalah kesehatan pada anak sedini mungkin, terutama anemia dan gangguan gigi mulut yang masih banyak dijumpai.
“Dari hasil screening, kami bisa mengetahui anak-anak yang memiliki HB rendah. Jika ditemukan anemia, kami berikan tablet FE agar stamin, imunitas, dan tumbuh kembang mereka tetap optimal,” ujarnya.
Yuli menambahkan, masalah gigi berlubang pada siswa masih cukup tinggi. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis, kurangnya kesadaran menyikat gigi dua kali sehari, serta minimnya kontrol rutin ke fasilitas kesehatan menjadi penyebab utama.
“Masih banyak siswa yang kami temukan mengalami karies gigi. Kalau kondisi giginya sudah perlu penanganan, kami arahkan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan lebih lanjut,” jelasnya.
Selain itu, pemeriksaan gula darah turut dilakukan sebagai upaya deteksi penyakit tidak menular pada usia sekolah. Menurutnya, pola konsumsi yang semakin didominasi makanan cepat saji dan minuman manis membuat risiko diabetes pada anak perlu menjadi perhatian.
“Sekarang pola makan anak-anak berbeda. Banyak gula tambahan, banyak jajan. Makanya screening gula darah ini penting supaya kalau ada tanda-tanda dini bisa langsung ditindaklanjuti,” tambah Yuli.
Dia menegaskan bahwa keberhasilan program CKG tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan sekolah dan orang tua. Kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan program.
“Sekolah adalah mitra kami. Jika ada siswa yang perlu dirujuk, kami harap orang tua tidak ragu membawa anaknya ke Puskesmas. Ini demi kesehatan mereka. Semakin cepat ditangani, semakin baik hasilnya,” tegasnya.
Program CKG diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan pelajar serta membantu mencegah penyakit sejak dini. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)







