Program Berkelanjutan untuk Penyandang Disabilitas, Mantapkan Balikpapan Menuju Kota Inklusif

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memantapkan komitmennya menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satu wujud nyatanya terlihat pada program berkelanjutan bantuan kaki palsu yang dijalankan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan. Program ini tidak hanya menjadi bentuk perhatian, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang mewujudkan Balikpapan Inklusif 2030.

Program bantuan kaki palsu ini telah berjalan rutin setiap tahun dengan mekanisme yang terstruktur. Dimulai dari proses pendataan dan verifikasi calon penerima manfaat, dilanjutkan pengukuran kaki oleh tenaga medis profesional, uji coba, hingga pemasangan. Tidak berhenti di situ, Dinsos juga melakukan pendampingan pasca pemasangan untuk memastikan alat bantu digunakan secara optimal.

“Kami tidak hanya menyerahkan bantuan lalu selesai. Ada pemeriksaan rutin dan perbaikan bila diperlukan, karena kenyamanan penerima adalah prioritas kami,” ujar Kepala Dinsos, Edy Gunawan, Rabu (13/8/2025).

Edy menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memastikan penyandang disabilitas, terutama tuna daksa, dapat hidup lebih mandiri dan berpartisipasi aktif di masyarakat.

“Kami ingin mereka tumbuh tanpa merasa terhambat, dengan kesempatan yang sama seperti warga lainnya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut Dinsos Balikpapan memberikan sebanyak 13 kaki palsu bagi penerima manfaat dari berbagai rentang usia penerima yang dibuat sesuai kebutuhan fisik masing-masing.

Menurut Edy bahwa prosesnya pembuatan kaki palsu ini melibatkan koordinasi erat antara pemerintah, tenaga medis, produsen alat bantu, hingga keluarga penerima manfaat.

“Dengan adanya program ini diharapkan dapat mendorong pemahaman masyarakat untuk lebih menghargai dan mendukung penyandang disabilitas. Pemkot Balikpapan tengah memadukan program ini dengan kebijakan lain seperti aksesibilitas fasilitas umum, pelatihan keterampilan kerja, dan dukungan wirausaha bagi difabel,” terangnya.

Edy menyampaikan bahwa Langkah ini adalah bagian dari misi besar Pemkot untuk membangun Balikpapan sebagai kota yang setara bagi semua warganya, tanpa memandang keterbatasan fisik. Dukungan seperti ini bukan hanya soal alat bantu, tapi soal membuka pintu kesempatan.

Dengan langkah-langkah berkelanjutan seperti ini, Pemkot menegaskan bahwa kota Balikpapan tidak hanya tumbuh dari sisi ekonomi, tetapi juga berkembang sebagai ruang hidup yang adil, setara, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *