Atasi Masalah Pengairan di PPU, Dewan Dukung Percepatan Pembangunan Bendungan Lambakan

Lintaskaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sariman, menyerukan percepatan pembangunan Bendungan Lambakan dan Regulator Sungai Telake sebagai solusi strategis untuk mengatasi permasalahan pengairan yang masih menghambat sektor pertanian di PPU.

Sariman menyebutkan bahwa DPRD bersama Pemkab PPU terus mendorong agar kedua proyek ini dimasukkan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga dapat dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Proyek ini harus menjadi PSN karena dampaknya sangat besar, tidak hanya untuk PPU tetapi juga Kabupaten Paser dan IKN Nusantara,” ujarnya pada Selasa (11/3/2025).

Bendungan Lambakan diharapkan mampu mengatasi permasalahan kekeringan, menyediakan air baku untuk kebutuhan masyarakat dan IKN Nusantara, serta meningkatkan luas lahan pertanian yang mendapat irigasi. Sementara Regulator Sungai Telake akan berfungsi sebagai pengatur aliran air yang vital bagi pertanian, khususnya di Kecamatan Sepaku.

Sariman menyoroti potensi besar sektor pertanian di PPU yang selama ini terkendala oleh minimnya akses pengairan. Dengan luas lahan yang diproyeksikan mencakup 10.000 hingga 15.000 hektare, pembangunan kedua bendungan ini diprediksi akan mendorong peningkatan produksi pertanian secara signifikan.

“Jika proyek ini terealisasi, petani bahkan bisa panen hingga tiga kali dalam setahun,” ungkapnya.

Sariman menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah pusat, dan sektor swasta untuk mempercepat pelaksanaan proyek ini.

“Masalah utama di sektor pertanian PPU adalah pengairan. Dengan kolaborasi yang solid, kita bisa menyelesaikan problem ini dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Bendungan Lambakan dan Regulator Sungai Telake akan memberikan manfaat luas, meliputi perairan irigasi, peningkatan produksi pertanian, dan penyediaan air baku.

Sariman optimistis, dengan adanya dukungan dari seluruh pihak terkait, pembangunan dua proyek ini akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pengembangan ekonomi berbasis pertanian di PPU.

“Jika proyek ini terwujud, kita akan melihat perubahan besar dalam sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (wal/ADV/DPRD PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *