Kasus TBC di Balikpapan Capai 3.000, Menyerang Anak Usia 1 Tahun hingga Dewasa

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Kasus penyakit tuberkulosis (TBC) di Kota Balikpapan terus menunjukkan tren peningkatan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan jumlah penderita TBC saat ini telah mencapai sekitar 3.000 kasus yang tersebar hampir di seluruh kelurahan.

“Penyakit TBC di Balikpapan mengalami peningkatan, jumlahnya ada sekitar 3.000 kasus. Hampir semua kelurahan ada,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/8/2025)

Menurut Alwiati, TBC tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak, bahkan sejak usia sangat dini. “Umurnya mulai dari anak-anak sampai dewasa. Ada anak usia 1 tahun yang terdeteksi menderita TBC,” katanya.

Ia menjelaskan, banyak faktor yang memengaruhi penyebaran TBC, salah satunya berasal dari lingkungan keluarga. Kendala terbesar sering kali terjadi ketika orang tua penderita tidak terbuka atau enggan memberikan informasi. Hal ini membuat deteksi dini dan pengobatan menjadi lebih sulit dilakukan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Balikpapan mengambil langkah proaktif dengan melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien. Petugas kesehatan tidak hanya memberikan obat, tetapi juga edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, serta dukungan berupa asupan makanan bergizi untuk mempercepat proses pemulihan.

Lebih jauh, Alwiati menegaskan bahwa TBC dapat menjadi salah satu faktor penyebab stunting pada anak. Infeksi jangka panjang yang tidak tertangani dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, sehingga menghambat pertumbuhan fisik maupun kecerdasannya.

“Pengobatan tetap kami lakukan, pasien didatangi ke rumahnya, diberikan edukasi, dan dukungan makanan. TBC ini juga salah satu faktor penyebab stunting,” jelasnya.

Dinkes Balikpapan berkomitmen menekan angka kasus TBC dengan menggalakkan pemeriksaan rutin di puskesmas, memperluas cakupan edukasi masyarakat, serta memperkuat kerja sama dengan kader kesehatan di tingkat RT dan kelurahan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, dan keringat malam tanpa sebab yang jelas.

“Deteksi dini sangat penting. Jika ada gejala, jangan takut untuk memeriksakan diri. TBC bisa disembuhkan asalkan rutin minum obat sesuai aturan,” tegas Alwiati.

Dengan upaya pencegahan dan penanganan yang berkelanjutan, diharapkan kasus TBC di Balikpapan dapat ditekan sehingga tidak lagi menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru