Perkuat Akses Layanan, Puskesmas Karang Joang Andalkan Lima Pustu untuk Jangkau Wilayah Terpencil

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Joang, Balikpapan Utara, terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui penguatan lima Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di wilayah-wilayah terjauh. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memastikan masyarakat di kawasan terpencil tetap mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan merata.

Kepala Puskesmas Karang Joang, dr. Agus Jiwani, menjelaskan bahwa keberadaan Pustu telah menjadi bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan sejak lama. Pustu berfungsi sebagai perpanjangan tangan puskesmas induk, terutama untuk warga yang secara geografis sulit mengakses layanan utama.

“Pustu dibentuk untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang jauh dari induk. Lokasinya berada di Kilometer 8 di Jalan Transad, Kilometer 12, Kilometer 15, Kilometer 18, dan paling ujung di Kilometer 24. Wilayah paling jauh itu jadi tantangan, tapi juga jadi prioritas kami untuk memastikan layanannya tetap terpenuhi,” ungkapnya,” kepada wartawan, Jumat (14/11/2025)

Saat ini, setiap Pustu hanya dikelola oleh satu tenaga medis, umumnya perawat. Para perawat tersebut tinggal di rumah dinas yang berada tepat di samping pustu, sehingga dapat memberikan layanan kapan pun masyarakat membutuhkan.

“Kita masih terkendala SDM. Idealnya, di setiap Pustu ada satu bidan dan dibantu oleh kader ILP (Integrasi Layanan Primer). Namun karena pemenuhan tenaga kesehatan di induk saja masih kurang, Pustu sementara dioperasikan oleh satu perawat. Hanya Pustu Kilometer 12 yang sudah berstatus ILP dan memiliki kader ILP,” jelas dr. Agus.

Ia menambahkan bahwa sistem ini berjalan karena adanya dedikasi tenaga medis yang bersedia tinggal di wilayah pustu demi memberikan pelayanan yang lebih dekat dan responsif bagi masyarakat.

Untuk pemenuhan obat-obatan, dr. Agus menegaskan bahwa masing-masing Pustu sudah memiliki mekanisme pengajuan sesuai dengan kewenangan perawat yang bertugas. Tidak semua jenis obat dapat tersedia di Pustu, karena regulasi menentukan obat-obatan apa saja yang boleh didistribusikan.

“Perawat mengajukan kebutuhan obat ke puskesmas induk. Kami yang menyediakan dan mendistribusikannya. Jadi jenis obatnya tetap sesuai kewenangan dan standar pelayanan yang berlaku,” ucapnya.

Selain penguatan SDM, pengembangan sarana dan prasarana Pustu menjadi perhatian penting Puskesmas Karang Joang. Infrastruktur seperti jaringan internet dinilai sangat krusial di era digital, terutama untuk pengisian laporan, pemantauan wilayah, dan pencapaian target program kesehatan.

“Sekarang eranya digitalisasi. Internet itu sangat penting untuk pelaporan dan pemantauan. Kami berharap semua Pustu bisa dilengkapi sarana yang lebih baik, termasuk jaringan internet yang memadai,” kata dr. Agus.

Ia menegaskan bahwa penguatan Pustu bukan hanya soal layanan, tetapi juga terkait penyempurnaan sistem data kesehatan wilayah yang terintegrasi dengan puskesmas induk dan pemerintah kota.

Dengan wilayah kerja yang luas hingga ke kilometer 24, dr. Agus mengakui tantangan pelayanan kesehatan tidak ringan. Namun ia memastikan bahwa Puskesmas Karang Joang tetap berkomitmen memperbaiki kualitas layanan, termasuk melalui rencana pemenuhan SDM dan fasilitas secara bertahap.

“Harapan kami, semua Pustu bisa lebih berkembang dan memberikan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat. Dukungan SDM, sarana, dan teknologi akan sangat membantu memperkuat jangkauan layanan kesehatan,” tutupnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *