Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61, Puskesmas Karang Joang, Balikpapan Utara, menggelar Seminar Ilmiah bertema pengelolaan kesehatan fisik dan mental Generasi Z di era digital. Seminar berlangsung di Ruang Rapat Puskesmas Karang Joang, Sabtu (15/11/2025), menghadirkan dr. Emi Puspitasari selaku dokter penanggung jawab layanan kesehatan jiwa.
Menurut dr. Emi, fenomena penggunaan gadget dan media sosial di kalangan Gen Z semakin mendominasi waktu dan perhatian mereka.
“Banyak remaja menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial atau hiburan digital, sehingga aktivitas fisik berkurang. Pola makan instan dan junk food juga semakin menjadi tren,” jelasnya kepada wartawan.
Ia menambahkan, kebiasaan bermain gawai hingga larut malam berdampak pada pola tidur anak dan berpotensi mengganggu hormon pertumbuhan. Sejumlah orang tua juga melaporkan anak-anak yang sulit tidur akibat terlalu lama bermain ponsel.
Meski puskesmas belum memiliki data lokal mengenai tren gangguan mental pada remaja, sejumlah masalah umum mulai terlihat, seperti FOMO (fear of missing out), rasa tidak percaya diri akibat perbandingan hidup di media sosial, serta perilaku konsumtif akibat paparan iklan digital.
Untuk mengantisipasi masalah ini, Puskesmas Karang Joang telah menjalankan program penyuluhan kesehatan mental di sekolah, pemeriksaan deteksi dini menggunakan CKG, serta layanan konseling jiwa yang tersedia setiap hari kerja.
“Kami juga bekerja sama dengan sekolah, kampus, dan komunitas pemuda dalam penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan mental,” ujarnya.
Namun dr. Emi mengakui masih ada tantangan besar. “Banyak Gen Z enggan terbuka karena tidak ingin orang tuanya mengetahui kondisi mereka. Padahal dukungan keluarga sangat penting dalam proses pemulihan,” tegasnya.
Kendati begitu, kesadaran remaja terhadap kesehatan mental kini mulai meningkat, terutama karena banyaknya informasi di internet. Beberapa di antaranya datang ke puskesmas untuk berkonsultasi setelah merasa cemas dengan gejala yang mereka baca secara daring. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)













