Puskesmas Graha Indah Perluas Jangkauan Mobile VCT untuk Kelompok Berisiko HIV

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Upaya memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat terus dilakukan Puskesmas Graha Indah melalui layanan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV/AIDS. Bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, program ini menjadi jembatan penting untuk menjangkau warga yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan atau merasa takut datang langsung ke fasilitas pelayanan.

Penanggung jawab program HIV Puskesmas Graha Indah, Bidan Ade Lyna Sihombing, mengungkapkan bahwa Mobile VCT dirancang untuk benar-benar “mendatangi” masyarakat, terutama kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar HIV.

Menurutnya, pendekatan ini dilakukan agar deteksi dini dapat dilakukan setempat dan stigma yang masih melekat di masyarakat bisa perlahan dikikis.

“Kami berangkat dari pemetaan wilayah dan komunitas yang dianggap rentan. Ada proses diskusi internal, melihat kondisi lapangan, sampai akhirnya tim turun langsung membawa layanan ke mereka yang membutuhkan,” ujarnya dengan penuh empati, Selasa (25/11/2025).

Dalam praktiknya, kegiatan Mobile VCT melibatkan rangkaian layanan mulai dari konseling pra-tes, pemeriksaan menggunakan rapid test, hingga konseling pasca-tes. Setiap hasil pemeriksaan disampaikan secara pribadi, dengan menjaga kerahasiaan klien sebagai prinsip utama. Bagi petugas, hal ini bukan sekadar prosedur, tetapi bentuk penghormatan terhadap martabat setiap orang yang datang memeriksakan diri.

Bidan Ade tidak menampik adanya tantangan di lapangan. Rendahnya pemahaman masyarakat tentang HIV dan terbatasnya ruang tertutup di lokasi kegiatan kerap menjadi kendala. Namun menurutnya, semangat tim untuk memberikan edukasi terus menjadi pegangan agar layanan ini tetap berjalan optimal.

“Di beberapa tempat, kami harus mencari sudut yang benar-benar aman agar konseling tetap nyaman dan privasi klien terjaga. Yang paling penting adalah membuat mereka merasa diterima dan tidak dihakimi,” tuturnya.

Selain menghadirkan layanan pemeriksaan, Puskesmas Graha Indah juga aktif menggandeng berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, komunitas lokal, hingga mitra lintas sektor untuk bersama-sama menurunkan stigma terhadap HIV/AIDS.

Edukasi dilakukan secara sederhana namun menyentuh, agar masyarakat memahami bahwa dukungan dan keterbukaan lebih penting daripada rasa takut.

Melalui Mobile VCT, Puskesmas Graha Indah berharap semakin banyak warga yang berani melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pendampingan sejak dini.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Puskesmas hadir bukan hanya untuk memeriksa, tetapi juga untuk mendampingi,” kata Ade.

Program ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal alat dan prosedur, tetapi juga tentang mendekatkan diri kepada manusia, mengulurkan tangan bagi mereka yang rentan, dan memastikan setiap orang mendapat kesempatan yang sama untuk hidup sehat tanpa stigma. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *