Lintaskaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Pusat mencanangkan program pembangunan 3 juta unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program ini diyakini akan memberikan dampak positif pada sektor properti di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang sebelumnya sempat mengalami kelesuan.
Menurut Khairil Achmad, Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan Kabupaten PPU, program ini berpotensi membangkitkan kembali gairah pengembang properti lokal. Saat ini, dari 54 pengembang perumahan yang tercatat di PPU, hanya sekitar 20 pengembang yang masih aktif.
“Pengembang yang aktif adalah mereka yang pemasarannya berjalan dan memiliki masyarakat yang membeli rumah. Namun, banyak yang lesu karena habisnya kuota KPR (Kredit Pemilikan Rumah),” jelas Khairil, Jumat (7/3/2025).
Program pembangunan 3 juta rumah ini memberikan peluang besar bagi para pengembang untuk kembali aktif, terutama di tengah pertumbuhan penduduk yang diproyeksikan akan meningkat dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai dari pemerintah pusat ke wilayah ini akan menciptakan kebutuhan tinggi terhadap hunian.
“Pertumbuhan penduduk seiring keberadaan IKN akan menambah peluang usaha bagi investor di sektor properti. Penajam memiliki keunggulan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan Balikpapan, termasuk adanya rumah subsidi yang menjadi pilihan banyak pembeli,” ungkap Khairil.
Wilayah Kecamatan Penajam di Kabupaten PPU diharapkan menjadi salah satu kawasan strategis untuk pengembangan properti, terutama bagi ASN dan pekerja yang akan bertugas di IKN. Biaya properti di Penajam dinilai lebih terjangkau dibandingkan Balikpapan, yang sudah dikenal dengan harga properti yang cukup tinggi.
Pengembang lokal optimis terhadap peluang ini, terutama dengan dukungan program rumah subsidi dari pemerintah. Program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan para pendatang di wilayah sekitar IKN Nusantara.
Dengan sinergi antara program nasional dan perkembangan wilayah, sektor properti di PPU diharapkan kembali bergairah, sekaligus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (wal/ADV/Diskominfo PPU)













