Ketua Komisi II DPRD PPU Dorong Sinergi dengan OIKN untuk Peningkatan Faskes RSUD Sepaku

Lintaskaltim.com, PENAJAM PASER UTARA – Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, mengajak Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Nusantara untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU dalam peningkatan fasilitas kesehatan (faskes), khususnya di RSUD Sepaku. Menurut Thohiron, dukungan OIKN sangat penting, mengingat RSUD Sepaku akan menjadi bagian integral dari wilayah otorita IKN di masa depan.

“Rumah Sakit Sepaku nantinya juga akan diserahkan (dihibahkan) ke otorita IKN, sehingga mereka harus ikut andil dalam meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan,” ujar Thohiron pada Jumat (11/4/2025).

Thohiron mengungkapkan bahwa Pemkab PPU saat ini menghadapi dilema. Di satu sisi, pemerintah daerah perlu mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan fasilitas penunjang dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), seperti tenaga medis. Namun, di sisi lain, fasilitas ini nantinya akan dihibahkan kepada OIKN, yang berarti kehilangan investasi SDM dan anggaran di masa mendatang.

“Kita anggarkan dan support SDM, tapi ujung-ujungnya diserahkan ke otorita. Kita rugi SDM dan anggaran,” terangnya.

RSUD Sepaku, yang terletak di Jalan Negara Kilometer 38, Kecamatan Sepaku, merupakan bagian dari wilayah yang akan dikelola oleh OIKN. Oleh karena itu, Thohiron menekankan bahwa OIKN semestinya berkontribusi dalam peningkatan fasilitas penunjang, termasuk kebutuhan tenaga medis.

“Mestinya OIKN harus memberi kontribusi, baik dalam hal penyediaan fasilitas penunjang maupun SDM. Ini kan nantinya jadi wilayah otorita, dan rumah sakit ini adalah bagian dari yang akan dihibahkan,” tandasnya.

Thohiron berharap adanya koordinasi yang lebih erat antara Pemkab PPU dan OIKN, sehingga pengembangan RSUD Sepaku tidak hanya menjadi beban Pemkab. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan layanan kesehatan di wilayah Sepaku, yang strategis sebagai bagian dari IKN Nusantara.

Kolaborasi antara Pemkab PPU dan OIKN tidak hanya akan memastikan keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pengelolaan fasilitas kesehatan di era transformasi menuju Ibu Kota Negara Nusantara. (wal/ADV/DPRD PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *