Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Kariangau terus memperkuat upaya penanganan dan pencegahan stunting di wilayahnya melalui program Tas Batik Emas (Atasi Balita Stunting Dengan Pangan Lokal Untuk Generasi Emas). Program ini memberikan makanan bergizi bagi Balita yang mengalami anemia . Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Petrosea.
Sebanyak enam Balita di wilayah Kariangau menjadi sasaran utama program yang telah berjalan selama dua tahap tersebut. Para kader posyandu turut berperan aktif, salah satunya Musiyanti, Kader Posyandu RT 16, yang setiap hari menyiapkan sekaligus membagikan makanan bergizi kepada Balita tersebut.
Musiyanti yang sudah 10 tahun mengabdi sebagai kader mengaku bahwa kegiatan ini menjadi panggilan hati. Baginya, melihat anak-anak kembali sehat merupakan kebahagiaan yang tidak dapat digantikan.
“Saya senang melihat anak-anak bisa kembali sembuh. Pengalaman paling bahagia adalah ketika membagikan makanan dan melihat mereka langsung menyantapnya. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi emas di masa depan,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar orangtua lebih teliti dalam memberikan asupan makanan kepada anak, serta memastikan makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kesukaan anak.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kariangau, dr. Nur Ayu Hasanah, mengapresiasi peran kader dan dukungan CSR Petrosea yang membantu mempercepat penanganan kasus anemia dan stunting di Kariangau.
“Program ini sangat membantu meningkatkan status kesehatan anak. Kolaborasi dengan kader dan dukungan CSR menjadi langkah penting dalam mencegah gizi buruk. Kami berharap orang tua semakin sadar akan pentingnya asupan gizi seimbang bagi pertumbuhan anak,” jelas dr. Ayu pada Jum’at (14/11/2025).
Ia menambahkan bahwa Puskesmas akan terus memantau perkembangan Balita dan anak-anak peserta program dan memastikan intervensi gizi berjalan sesuai standar.
Dengan kolaborasi antara puskesmas, kader, dan pihak perusahaan, diharapkan angka kasus anemia dan stunting di wilayah Kariangau dapat terus menurun, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan optimal. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)













