Puskesmas Graha Indah Perkuat Peran Kader dan Lintas Program dalam Kelas Ibu Hamil

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Graha Indah terus memperkuat upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui penyelenggaraan Kelas Ibu Hamil yang dilaksanakan secara rutin sebanyak 4–5 kali setiap bulan.

Program ini tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi juga mengoptimalkan kolaborasi lintas program serta peran kader di lapangan.

Penanggung jawab program, Bidan Sri Suarni, menjelaskan bahwa keberhasilan kelas ini sangat dipengaruhi oleh kerja sama berbagai bagian, seperti program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), gizi, imunisasi, promosi kesehatan, hingga laboratorium. Setiap bidang memiliki peran masing-masing dalam memberikan edukasi maupun pemeriksaan pendukung selama kegiatan berlangsung.

“Kolaborasi antarprogram menjadi kunci. Setiap tenaga kesehatan saling melengkapi dalam memberikan materi, pemeriksaan, hingga deteksi dini risiko,” ujar Sri Suarni, Sabtu (22/11/2025)

Selain tenaga kesehatan, kader kesehatan memiliki peran strategis dalam keberlangsungan kegiatan. Mereka dilatih melalui program KIA-Gizi, sehingga mampu memberikan edukasi dasar serta menjangkau ibu hamil yang sulit hadir ke puskesmas.

“Kader sangat membantu, terutama dalam mengingatkan jadwal kegiatan dan menjemput informasi dari ibu hamil yang tinggal jauh atau memiliki keterbatasan. Tanpa kader, cakupan kami tidak akan sebesar sekarang,” tambahnya.

Kader juga menjadi penghubung antara puskesmas dan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis berbukit atau jauh dari pusat layanan.

Untuk memastikan kelas berjalan efektif, Puskesmas Graha Indah melakukan identifikasi sasaran secara menyeluruh melalui. Pemeriksaan Buku KIA, Riwayat kunjungan Antenatal Care (ANC), Pemeriksaan usia kehamilan, Riwayat kesehatan dan faktor risiko.

Dengan data tersebut, ibu hamil kemudian dikelompokkan berdasarkan trimester dan kategori risiko, sehingga materi dan pendampingan dapat disesuaikan. Ibu dengan risiko tinggi mendapat perhatian lebih, termasuk rujukan lebih cepat saat diperlukan.

Keberhasilan Kelas Ibu Hamil dinilai melalui sejumlah indikator penting, seperti.
Jumlah ibu yang mengikuti minimal tiga kali pertemuan, Peningkatan kunjungan ANC sesuai standar, Tingkat keterlibatan suami dan Meningkatnya deteksi dini kasus risiko tinggi.

Menurut Sri Suarni, banyak ibu yang menjadi lebih memahami tanda bahaya kehamilan, pentingnya gizi seimbang, serta manfaat ANC rutin.

“Setelah mengikuti kelas, ibu-ibu lebih cepat mengenali tanda bahaya dan langsung memeriksakan diri. Deteksi kasus risiko tinggi juga meningkat sehingga penanganan dapat dilakukan sejak dini,” pungkasnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *