Puskesmas Libatkan Lintas Program untuk Jaga Objektivitas Penilaian Kader Posyandu

Lintaskaltim.com, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan kualitas kader Posyandu terus dilakukan Puskesmas Graha Indah, salah satunya melalui penilaian keterampilan yang lebih objektif dan menyeluruh. Untuk mencapai hal tersebut, puskesmas kini melibatkan tim lintas program dalam setiap tahap asesmen.

Penanggung jawab Posyandu, Hana Ike D, menuturkan bahwa pendekatan kolaboratif ini tidak hanya membuat proses penilaian lebih adil, tetapi juga lebih menggambarkan kemampuan kader secara nyata di lapangan.

“Setiap program memiliki indikator kompetensi yang berbeda. Dengan melibatkan lintas program, penilaian menjadi lebih lengkap dan tidak hanya berfokus pada satu aspek saja,” ujarnya.

Selain asesmen tertulis dan praktik, observasi lapangan turut menjadi komponen penting dalam proses ini. Tim penilai memulai dengan menetapkan tujuan observasi, kemudian mengumpulkan data terkait perilaku dan kinerja kader saat memberikan layanan.

Hasil pengamatan tersebut kemudian dianalisis untuk melihat sejauh mana kader mampu menjalankan tugas sesuai standar. Proses ini dilakukan dengan dua pendekatan, yakni partisipatif di mana penilai ikut terlibat dalam kegiatan dan non-partisipatif, ketika penilai hanya mengamati tanpa intervensi.

Meski begitu, pelaksanaan penilaian tidak lepas dari berbagai tantangan. Keterbatasan sarana pendukung, kondisi geografis wilayah yang cukup beragam, hingga perbedaan tingkat pengetahuan antar-kader menjadi kendala yang masih sering ditemui.

Namun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketika penilaian ditindaklanjuti dengan pelatihan atau workshop peningkatan kapasitas, perubahan positif langsung terlihat pada kinerja kader. Mereka menjadi lebih percaya diri, lebih terampil dalam memberikan layanan, dan lebih mampu menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Puskesmas Graha Indah berharap sistem penilaian terstruktur dan kolaboratif ini dapat terus memperkuat peran kader sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *